Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngamar di Kos Janda, Warga Banyakan Digerebek Satpol PP

24 Juni 2019, 18: 49: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

gerebek kos

TERCIDUK: Petugas Satpol PP Kota Kediri mendata dan memberi pembinaan pasangan diduga mesum yang tergerebek di kamar kos (23/6). (Satpol PP Kota Kediri for radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Petugas Satpol PP Kota Kediri menggerebek pasangan bukan suami istri di satu kamar kos, Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota Kediri, Minggu (23/6) dini hari. Keduanya berinisial BDC, 22, pria asal Desa Tiron, Kecamatan Banyakan dan TM, 24, seorang janda dari desa yang sama.

“Awalnya kami mendapat informasi dari warga sekitar,” ujar Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kabid Tramtibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Laporan tersebut ditindaklanjuti sekitar pukul 03.00. Sebelum memeriksa kos, tim aparat penegak perda itu telah berkoordinasi dengan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). “Kami juga bertemu beberapa masyarakat yang berada di sekitar lokasi,” ungkap Khamid.

Pasalnya, mereka sudah siap untuk melakukan penggerebekan sendiri, sebelum satpol PP datang. Di antara penghuni kos dicurigai berbuat asusila. Namun, tidak beberapa lama, petugas terburu datang. Tim satpol PP pun memberi imbauan dan massa diarahkan agar tetap berada di luar tempat kos. “Kami kemudian melakukan pemeriksaan di dalam,” imbuhnya.

Dari lima kamar di rumah kos tersebut, Khamid mengatakan, anggotanya melakukan pemeriksaan satu per satu. Masing-masing kamar dicek. Dari pemeriksaan kelimanya, hanya satu yang melakukan tindakan pelanggaran. “Yang lainnya pasangan suami istri (pasutri). Mereka memiliki surat nikah dan dokumen yang benar. Hanya satu pasangan yang tidak dapat menunjukkannya,” ungkapnya.

Saat digerebek, satu pasangan muda-mudi diduga mesum itu berada di dalam kamar yang tertutup. Keduanya lama membuka pintu ketika beberapa kali petugas mengetuknya.

Begitu pintu dibuka, dalam pemeriksaan petugas awalnya TM dan BDC mengaku, mereka memiliki hubungan saudara. Meski begitu, keduanya tidak dapat menunjukkan bukti kuat. Bahkan, BDC sebagai tamu kos juga melebihi batas waktu kunjung. Karena pelanggaran tramtibum itu akhirnya mereka dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri di Jalan Veteran, Mojoroto. “Di markas kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Khamid.

Setelah dimintai keterangan, akhirnya diketahui TM adalah janda. Pada petugas satpol PP, dia mengaku, sudah mengenal BDC sejak lama. TM mengungkapkan, dirinya adalah mantan istri dari kenalan BDC yang masih ada kaitan dengan hubungan keluarga jauh.

Sebelumnya, TM dan BDC mengaku, pergi berdua. Mereka menghabiskan Sabtu malam. Keduanya berkunjung ke tempat hiburan malam. Lalu, karena waktu sudah dini hari, BDC diminta untuk mampir sebentar di kosnya.

“Si pria mengantarkan wanita ke tempat kos, lalu menurut pengakuan keduanya, hanya mampir sebentar, tidak lama kemudian petugas datang,” beber Khamid.

Akhirnya BDC dan TM diminta menghubungi pihak keluarga masing-masing. Keduanya juga diberikan pembinaan dan diminta untuk membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Kepada kedua orang tua yang datang menjemput BDC dan TM, Khamid pun meminta, agar mengawasi sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, TM yang menyewa kamar kos itu sering membawa tamu laki-laki. Bahkan ada yang memberikan keterangan kepada Satpol PP Kota Kediri bahwa sempat melihat TM dengan tamu laki-laki selain BDC.

Karena itu, petugas satpol PP berkoordinasi dengan ketua RT untuk memperingatkan pemilik kos. Itu supaya terus menjaga dan mengawasi tempat kosnya.

Khamid menjelaskan bahwa setiap ada aduan dari masyarakat terkait adanya gangguan tramtibum, satpol PP akan selalu siap siaga. “Karena untuk menjaga kondusivitas di Kota Kediri,” terangnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia