Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Rp 10 Miliar untuk Proyek Terminal Anjuk Ladang

24 Juni 2019, 15: 24: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Terminal

TUNGGU TAHAP III: Terminal Anjuk Ladang yang sekarang dikelola Pemprov Jatim terus berbenah. Tahun ini, proyek pembangunan akan dilanjutkan dengan anggaran Rp 10 miliar. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatimmulai melelang proyek pembangunan Terminal Anjuk Ladang tahap III. Total anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 10 miliar. Targetnya, bulan depanproyek terminal tipe B itu mulai dikerjakan.

          Kepala Seksi Operasional UPT LLAJ Dishub Pemprov di Kediri Eko Irianto mengatakan, lelang proyek peningkatan fasilitas Terminal Anjuk Ladang sudah masuk layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Jatim. Dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 9,99 miliar, proyek mulai ditender pada 17 Juni lalu. “Baru saja masuk lelang,” kata Eko kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Untuk diketahui, proyek pembangunan terminal tahun ini merupakan lanjutan dari proyek sebelumnya. Pada 2017, pemprov menggelontorkan anggaran sebesar Rp 6,4 miliar. Kemudian, pada 2018 anggaran proyek tahap II itu sebesar Rp 19,5 miliar.

          Sesuai rencana awal, lanjut Eko, proyek tahap III untuk melanjutkan sejumlah fasilitas di terminal yang belum rampung. Di antaranya pembangunan gerbang masuk dan keluar terminal, tempat parkir, jalan, musala/masjid dan penambahan fasilitas mobil penumpang umum antar kota dalam provinsi (MPU AKDP). “Tinggal fasilitas itu yang tersisa di tahap III,” terang pria asal Kabupaten Sidoarjo ini.

          Dengan dimulainya lelang di bulan ini, Eko mengungkapkan, tanda tangan surat perintah kerja (SPK) dilakukan pada pertengahan Juli. Dengan demikian, target pembangunan bisa dimulai paling cepat bulan depan. “Kami targetkan bulan depan proyek sudah berjalan,” urainya.

          Sementara itu, selain persiapan lelang, Dishub Jatim juga mulai menyiapkan relokasi untuk pedagang kios. Eko berujar, per 1 Juli nanti, sebanyak 53 pedagang harus pindah ke kios baru di kompleks gedung terminal. Baik pedagang yang menempati lantai satu maupun dua. “Yang lantai bawah untuk pedagang kering, sementara lantai atas untuk (pedagang) basah,” tutur Eko.

          Eko melanjutkan, setiap pedagang nanti akan dikenakan biaya sewa. Untuk lantai bawah, biaya sewanya sebesar Rp 2,5 juta per tahun. Adapun pedagang yang menempati lantai atas dikenakan sewa Rp 2 juta per tahun.

          Penetapan biaya tersebut akan diatur melalui surat edaran (SE) gubernur. Dengan membayar sewa, menurut Eko, kebersihan kios pedagang semakin terjaga. Selain itu, dishub juga berharap setiap pedagang bisa menjaga kebersihan tempat berjualannya. “Manajemennya tidak seperti dulu lagi. Sekarang harus lebih bersih dan rapi,” tandasnya. (baz/ut)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia