Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

BPBD Survei Empat Desa di Lengkong

Memasuki Musim Kemarau, Antisipasi Kekeringan

24 Juni 2019, 14: 27: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Kekeringan

ANTISIPASI KEKERINGAN : Petugas BPBD Kabupaten Nganjuk mengecek kondisi tandon air di salah desa di Kecamatan Lengkong. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Musim kemarau akan datang sebentar lagi. Wilayah Kecamatan Lengkong rawan terancam bencana kekeringan. Karenanya, untuk mengantisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mulai melakukan survei di empat desa di kecamatan tersebut.

          Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk Agus Sulitiyono mengatakan, total ada empat desa yang disurvei. Yakni Desa Pinggir, Prayungan, Sumbersono dan Ngepung. Tahun lalu, empat desa tersebut merupakan wilayah terdampak kekeringan. “Desa juga kekurangan air bersih,” kata Agus mewakili Kepala BPBD Hendro Djoko Soedarsono.

          Agus menerangkan, survei dilakukan untuk memetakan kondisi wilayah. Selain itu, hal tersebut sebagai bentuk kesiapan warga menghadapi musim kemarau. Dari empat desa yang disurvei, Desa Ngepung menjadi wilayah yang paling potensial mengalami kekeringan.

          “Beberapa air sumur warga (Desa Ngepung, Red) mulai mengalami penyusutan,” terang Agus.

Menurut Agus, penyusutan air sumur tidak merata. Sebab, ada sumur beberapa kepala keluarga (KK) yang bisa dimanfaatkan. Bila pun terpaksa, warga desa masih bisa memanfaatkan sumber air dari sumur yang ada di areal persawahan.

          Apabila kondisi cuaca sama seperti sekarang ini, Agus memprediski, air bersih di Desa Ngepung hanya bisa bertahan sampai satu bulan ke depan. Keadaan itu berbeda dengan desa lainnya seperti Desa Pinggir, Sumbersono, dan Prayungan yang sumber airnya masih sangat baik. Dari tahun-tahun sebelumnya, tiga desa tersebut akan mengalami kekeringan saat sudah masuk puncak kemarau.

          Tahun ini puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.“Sebelum terjadi kekeringan, kami harus melakukan antisipasi sejak awal,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai kasi rehabilitasi ini. Karena itu, tim yang melaksanakan survei lapangan tidak hanya melakukan pengecekan sumur milik warga, tapi juga memastikan kondisi tandon air yang sedianya untuk menampung air bersih milik warga masih layak difungsikan.

“Beberapa titik tandon airnya mulai rusak dan harus diperbaiki,” lanjut Agus. Ketersediaan tandon air bersih ini dianggap penting untuk mempermudah pendistribusian air bersih bila terjadi kekurangan air bersih. Aturannya, dropping air bersih dilakukan apabila jarak air bersih dari pemukiman warga mencapai 500 meter.

Selain empat desa di Kecamatan Lengkong, BPBD akan melaksanakan survei di lokasi rawan air bersih. Khususnya di daerah yang tahun lalu mengalami kekeringan seperti di Kecamatan Ngluyu dan Gondang. Termasuk melakukan pengecekan beberapa sumur bor yang tahun lalu sudah dibangun masih bisa berfungsi atau tidak.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia