Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB Kediri: Cabdispendik Evaluasi Daerah Kurang Strategis

23 Juni 2019, 20: 57: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB Kediri

PPDB Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Ini kabar gembira bagi siswa yang memiliki nilai ujian nasional (NUN) bagus. Mereka punya peluang besar lolos ke SMP negeri melalui jalur NUN. Sebab, dinas pendidikan (disdik) akan menambah PPDB jalur zonasi yang menggunakan NUN. Menyusul ada beberapa sekolah yang jalur prestasinya tak terisi penuh.

“Ada beberapa sekolah yang tidak terpenuhi (jalur prestasinya). Tetapi ada juga yang terpenuhi. Anak-anak dengan nilai yang bagus nanti kami angkat ke jalur prestasi,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Kabupaten Kediri Sujud Winarko.

Dengan demikian, siswa di jalur NUN dapat masuk di jalur prestasi dan perpindahan tugas. Sehingga nanti tidak ada jalur yang kosong atau tidak terisi. Pengisian jalur yang kurang itupun akan dilakukan sesuai dengan sistem yang ada.

Catatannya, pengisian jalur prestasi yang masih kurang tersebut akan diutamakan dari sekolah yang bersangkutan lebih dulu. Tidak bisa langsung dilakukan dengan transfer antarsekolah.

Sujud menegaskan bahwa kewenangan melakukan pemerataan itu memang ada pada disdik. “Untuk sekolah yang kekurangan siswa disdik berhak untuk mengatur dan meratakan,” tegasnya.

Kapan ketetapan itu dilakukan? Sujud mengatakan hal tersebut baru dapat dilaksanakan setelah Senin (24/6). Yakni setelah ada pengumuman PPDB melalui situs resminya. “Kalau sudah diumumkan itu, semuanya kan sudah tahu SMP mana yang masih kosong,” imbuhnya.

Dengan sudah diketahui sekolah mana yang masih kekurangan siswa maka disdik dapat mengambil tindakan yang diperlukan. Apakah hanya perlu melakukan pengaturan di sekolah tersebut atau harus dilaksanakan pemerataan siswa.

Sementara itu, bagi peserta didik yang terlempar dan belum bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri, Sujud menyarankan untuk ke swasta. “Tidak mungkin SMP negeri itu mampu menampung seluruh lulusan siswa SD,” tandasnya.

Lebih lanjut, Sujud menjelaskan bahwa ada beberapa aturan yang melatarbelakangi hal tersebut. Yakni karena aturan yang ada, seperti bahwa per kelas itu maksimal 32 siswa. Selain itu, rombongan belajar yang keluar dan masuk haruslah sama. Apabila tahun ini keluar tujuh kelas, maka pengambilan peserta didik baru pun harus tujuh kelas.

“Selain itu, kami juga memberikan kesempatan kepada sekolah swasta untuk berjalan,” tambah Sujud.

Pengumuman penerimaan PPDB akan dilaksanakan Senin (24/6) besok. Sementara pendaftaran dan verifikasi PPDB tersebut telah diadakan sejak Senin (17/6) lalu untuk seluruh jalur.

Sementara itu, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jatim wilayah Kediri mengakui PPDB sistem zonasi kali ini memang masih memiliki  kelemahan. Ke depan, hambatan-hambatan yang muncul akan diminimalisasikan.

Kepala Cabdispendik Sumiarso mengatakan, banyak hal yang akan dievaluasi untuk PPDB di wilayah Kediri ini. Termasuk akan memperhatikan wilayah-wilayah yang dinilai kurang strategis dan jauh dari SMA negeri. "Entah ke depan dijadikan wilayah prioritas atau bila perlu akan ada penambahan sekolah. Yang jelas kami akan sampaikan ke pihak provinsi," ujarnya.

Daerah yang dimaksud antara lain Kecamatan Ngancar, Badas, Tarokan, dan Kepung. Ia menyebut daerah tersebut tidak ada SMA negeri. Kalaupun ingin memilih sekolah jaraknya tak memungkinkan. Paling dekat untuk menjangkau SMA negeri adalah 5 kilometer. "Mereka akan sulit bersaing. Karena rata-rata pendaftar jaraknya ada di kisaran 3 kilometeran," sebutnya.

Sehingga hal tersebut perlu ada pembahasan lebih mendalam. Termasuk zona di dalam kota yang menurutnya juga akan dievaluasi. Misalnya Kelurahan Semampir yang sebenarnya lebih dekat ke SMAN 1 Kediri. Namun kelurahan tersebut justru masuk zona timur sungai dan sekolah paling dekat adalah SMAN 8 yang jaraknya 3-5 kilometer.

"Memang saat ini zona masih ditentukan berdasarkan kecamatan. Ya nanti dievaluasi lagi bagaimana baiknya," ungkap Sumiarso.

Disinggung terkait fungsi utama zonasi ini, Sumiarso menyebut bahwa dengan Permendikbud nomor 51 bertujuan untuk pemerataan pendidikan. Juga untuk lebih mendekatkan rumah siswa dengan sekolah yang dituju. “Dan setiap sekolah kan sama kualitasnya. Guru dan fasilitas juga sama,” tegasnya.

Sehingga diharapkan nanti tidak ada sekolah favorit. Akan ada pemerataan kualitas. Termasuk apabila sudah berjalan, semua guru dari sekolah favorit akan disebar dan tidak terfokus di satu sekolah saja.

Yang jelas, PPDB tahun ini, karena sistem zona diharapkan semua siswa akan dapat sekolah dan dapat tempat. Meski belum bisa masuk di negeri, bisa memilih sekolah swasta. "Sekarang negeri dan swasta sama. Sama-sama tistas (gratis berkualitas, Red)," paparnya.

Termasuk dalam hal seragam. Di Jatim pun telah ada seragam gratis tak terkecuali untuk sekolah swasta.

Sebelumnya, PPDB dengan sistem zonasi ini mendapat banyak protes dari masyarakat. Mereka menganggap ini sebuah kemunduran sistem pendidikan. Menghapus sekolah favorit dan mengabaikan prestasi siswa. Memang dari kekurangan PPDB tersebut Cabdispendik telah mempersiapkan persentase kuota 20 persen yang masih diperuntukkan terhadap siswa dengan NUN tinggi. Itu khusus Jatim. Diharapkan siswa pintar masih ada wadah untuk memilih sekolah yang diinginkan.

Kans Yang NUN Tinggi

1.     Jalur prestasi dan perpindahan jika masih kosong akan diambilkan dari jalur NUN.

2.     Proses pengisian diutamakan dari satu sekolah yang sama.

3.     Disdik berhak melakukan pemerataan dan penataan ketika ada sekolah yang masih kekurangan siswa.

4.     Siswa per kelas ada 32 orang. Rombongan belajar yang keluar dan masuk harus sama.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia