Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features
Faizal Fikri, Alumnus SMK Al Huda Berpretasi

Lulus Memuaskan dari Changzhou Institute Of Mechatronic Technology

Belum Lulus tapi Dosen Sudah Ajak Join

23 Juni 2019, 20: 44: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

faizal fikri al huda

MEMBANGGAKAN: Faizal Fikri Amrullah (belakang - paling kanan) berfoto bersama teman-teman di Changzhou Institute Of Mechatronic Technology saat wisuda. (Faizal Fikri for radarkediri.id)

Share this          

Menjadi lulusan terbaik tentu membanggakan. Apalagi bila dicapai di perguruan tinggi ternama di luar negeri. Seperti yang diraih oleh Faizal Fikri Amrullah. Alumnus SMK Al Huda Kota Kediri ini baru saja lulus dengan predikat memuaskan dari Changzou Institute Of Mechatronic Technology, Tiongkok.

BAGUS ROMADHON

Harus diakui, Tiongkok menjadi negara yang perkembangan teknologinya sangat berkembang saat ini. Banyak perusahaan besar berbasis digital di negara Tirai Bambu ini. Sebut saja perusahaan teknologi Huawei. Yang menjadi pemasok perangkat telekomunikasi dan jaringan komunikasi terbesar, baik di Tiongkok maupun dunia.

prestasi smk alhuda

Faizal Fikri Amrullah (Faizal Fikri for radarkediri.id)

Atau ada Alibaba Group. Perusahaan terkenal milik Jack Ma. Yang spesialis dalam e-commerce, ritel, internet, teknologi, dan kecerdasan buatan.

Karena itu, pantaslah bila pendidikan berbasis teknologi berkembang pesat di Negeri Panda itu. Banyak yang mendambakan dapat meneruskan perguruan tinggi di negeri itu. Salah seorang yang meraih kesempatan emas itu adalah Faizal Fikri Amrullah. Alumnus jurusan multimedia SMK Al Huda Kota Kediri.

“Sebenarnya bener-bener ndak menyangka Mas,” akunya melalui pesan singkat kepada Jawa Pos Radar Kediri. 

Memang, saat meniti pendidikan di SMK Al Huda, Faizal adalah siswa ‘biasa’. Meskipun banyak meretas prestasi tapi belajar di kampus luar negeri jauh dari angan-angannya. “Memang dari dulu ia semangat untuk belajar. Bahkan pernah juara 3 desain grafis Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jawa Timur,” puji Kepala SMK Al Huda Rahadian Fatawi. 

Karena itu, Faizal bercerita, dia tidak pernah kepikiran masuk perguruan tinggi luar negeri. “Dulu sempat daftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Negeri Malang (UM),” aku pemuda kelahiran 5 Mei 1997 ini.

Saat mendaftar SNMPTN itu, Faizal punya cerita. Awalnya, ada kabar bahwa yang masuk 3 besar dalam LKS Jatim bisa langsung jadi mahasiswa di UM. Karena itu Faizal benar-benar serius mengikuti LKS. Dengan tujuan bisa lolos jadi mahasiswa UM.

Sayang, informasi itu tak berwujud. Panitia juga tak membenarkan. “Jawaban (ketika saya tanya) juga mengecewakan,” ceritanya mengenang saat-saat itu.

Akhirnya, Faizal tetap mendaftar melalui SNMPTN. Mengambil jurusan desain komunikasi visual  (DKV) UM di pilihan pertama. Kemudian desain produk ITS pilihan kedua. “Sebenarnya itu juga salah strategi. Seharusnya passing grade yang tinggi di pilihan pertama (desain produk ITS, Red)” kelakarnya. 

Hasilnya, ia tak lolos SNMPTN. Di tengah terpaan kecewa itu ia masih ingin melanjutkan studi. Angin segar pun datang.  Kasek Rahadian menawarkan program kuliah sambil kerja di Korea Selatan. “Awalnya sangat excited, tapi karena satu dua hal saya tak jadi berangkat," tambahnya. 

Tak menyerah ia pun bertanya kembali kepada Kasek Rahadian. Hasilnya ada kampus yang bisa dia masuki. Di Tiongkok, dengan syarat yang lebih mudah. Namun tak bisa disambi dengan kerja. 

Setelah berdiskusi dengan orang tua, ia pun menguatkan tekad untuk berangkat ke Tiongkok. “Saya masuk di fakultas art dan design, mirip dengan DKV-lah," jelasnya.

Faizal masuk 2016. Selesai tahun ini dengan gelar setara D3. Hebatnya, ia meraih biaya siswa full saat kuliah . “Dulu saya ikut seleksi beasiswa itu dengan siswa dari SMA/SMK se Indonesia,” tambahnya

Selain itu,  Faizal mendapat kesempatan bekerja sebelum lulus. Ceritanya, karya-karya Faizal memikat dosennya untuk join di studio desain. Studio  bernama ZTD Studio itu mengerjakan iklan, animasi, hingga membranding perusahaan. “Sebenarnya sudah dari tahun lalu tapi (saat itu) masih mahasiswa. Jadi diitung magang,” jelasnya. 

Apa kunci suksesnya belajar di luar negeri? Lelaki yang beralamat di Desa Tegalan, Kecamatan Kandat, ini menyebut disiplin dan taati peraturan. “Di luar negeri waktu itu sangat penting. Jadi benar-benar harus disiplin,” jelasnya.

Saat ini Faizal ingin fokus berkarir di Tiongkok. Selain itu ia juga cukup intens memperkenalkan kebudayaan Indonesia. “Indonesia punya beragam budaya yang bagus dan menarik. Hanya belum banyak yang tahu,” tambahnya.

Faizal berterima kasih banyak kepada SMK Al Huda Kota Kediri. Terutama kepada sang kasek Rahadian Fatawi. “Saya selalu berharap SMK Al Huda Kota Kediri tetap menjadi one step a head,” harapnya.

Kasek Rahadian mengaku bangga dan terharu terhadap capaian Faizal. “Ini menjadi salah satu kado terindah di akhir jabatan saya (sebagai kasek). Semoga dapat menginspirasi siswa dan alumnus SMK Al Huda Kota Kediri lainnya,”  harapnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia