Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB Kediri: Sore Bisa, Malam Ditangguhkan

Cabdispendik Pesan Tak Khawatir

20 Juni 2019, 17: 02: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

ppdb kediri

MASIH BISA: Operator di SMAN 7 Kota Kediri melayani seorang calon siswa yang mengambil PIN kemarin siang, saat proses PPDB masih belum ditangguhkan. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Aksi protes orang tua calon siswa di Surabaya terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK berimbas ke Kediri. Sebab, pada akhirnya PPDB di seluruh Jawa Timur ditangguhkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim.

Di Kediri penangguhan itu juga terjadi. Tadi malam masyarakat memang masih bisa membuka laman PPDB milik Dispendik Jatim. Namun, untuk masuk ke opsi-opsi yang lain sudah tidak bisa. Terutama untuk opsi pendaftaran dan pemeringkatan.

Padahal, rencananya, waktu pendaftaran itu baru ditutup hari ini. Bahkan, kemarin sore akses ke situs tersebut masih bisa dilakukan. Termasuk membuka opsi pendaftaran maupun pemeringkatan.

Soal penangguhan itu dibenarkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jatim wilayah Kediri Sumiarso. Menurutnya aplikasi pendaftaran memang tak bisa digunakan mulai tadi malam. Namun dia menegaskan bahwa para orang tua dan calon siswa tak perlu khawatir karena penangguhan tak berlangsung permanen.

“Tapi ini hanya bersifat sementara,” katanya tadi malam.

Sampai kapan penangguhan itu? Sumiarso mengatakan bahwa batas waktunya masih belum diputuskan. Menunggu hasil dari konsultasi dispendik Jatim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Rencananya dispendik akan berkonsultasi ke Kemendikbud hari ini. “Kita tunggu keputusan provinsi bagaimana,” akunya.

Penghentian sementara proses pendaftaran PPDB tersebut untuk mengakomodasi tuntutan orang tua siswa saat melakukan demo di Surabaya kemarin. Meski demikian, ia berpesan kepada orang tua calon peserta didik yang berada di Kediri agar tidak panik. Baik untuk calon peserta didik yang belum mendaftar maupun bagi yang sudah melakukan pendaftaran.

“Jangan khawatir, mereka yang sudah melakukan pendaftaran kemarin datanya masih tersimpan,” ujarnya.

Dari pantauan wartawan koran ini, hingga kemarin sore, sistem pendaftaran pada website PPDB Jatim www.ppdbjatim.net masih bisa digunakan. Dan masih dapat diakses dengan normal. Hanya untuk opsi pemeringkatan sementara saja yang tidak dapat dibuka. Namun, ketika diakses pada malam hari, untuk semua opsi pada sistem pendaftaran tersebut mengalami penangguhan sementara. Di sana tertulis ‘Proses PPDB Ditangguhkan, Sedang Dilakukan Sinkronisasi’.

Di wilayah Kediri, polemik tentang PPDB tahun ini juga menjadi perhatian masyarakat umum. Terutama orang tua siswa. Di media sosial (medsos) misalnya, warga banyak yang mengunggah curhatan tentang PPDB tahun ini. Netizen tak hanya membahas sisi negatifnya saja, namun juga ada yang bijak dengan mengunggah sisi positif dari sistem PPDB 2019 ini.

Ditanya terkait kendala sejak dibukannya pendaftaran pada 17 Juni kemarin, Sumiarso mengaku memang ada beberapa komplain dari orang tua. “Pada hari pertama sempat ada trouble di opsi pemeringkatan sementara. Itu terkait kesalahan sistem,” ujarnya.

Kesalahan tersebut ketika pendaftar mengetahui bahwa pada sistem pemeringkatan ada yang dinyatakan tidak diterima. Padahal jarak rumah dengan sekolah hanya 800 meter. Sementara ada lagi pendaftar yang jaraknya 2 kilometer namun dinyatakan diterima. Menurutnya permasalahan tersebut karena gangguan sistem dari server pusat.

“Tapi permasalahan itu sudah ditangani. Sehingga pada hari kedua hingga hari ini (kemarin, Red) sistem tidak ada kendala,” tukasnya.

Untuk diketahui, PPDB SMA di Kota Kediri sendiri terbagi atas 2 zona. Sementara Kabupaten Kediri ada 3 zona. Pada masing-masing zona tersebut ada irisan dari kecamatan lain dari luar daerah. Seperti beberapa kecamatan dari Kabupaten Jombang, Nganjuk, Malang, Blitar dan Tulungagung. Pembagian zona tersebut menurut Cabdispendik Wilayah Kediri sudah tepat. Tentu dengan mempertimbangkan akses, jarak dan juga jumlah sekolah di masing-masing zona dengan imbang dan merata.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia