Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

PHRI Minta Perketat Perizinan Kos di Kediri

20 Juni 2019, 16: 46: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

Kos di Kediri

Kos di Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Merebaknya bisnis sewa rumah kos per jam di Kota Tahu mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Pasalnya, praktik usaha tempat inap yang umumnya bulanan tersebut ditengarai disalahgunakan.

Indikasinya, satpol PP Kota Kediri kerap memergoki pasangan bukan suami istri tinggal sekamar. Kuat dugaan mereka berbuat mesum. Usut punya usut, ternyata mereka ‘ngekos’ hanya per jam. Tarifnya pun beda.

Menanggapi masalah ini, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Kediri Sri Rahayu Titik Nuryati mengungkapkan, pihaknya sudah pernah mengungkapkan kejadian ini pada pemkot. “Kami sudah pernah menyampaikan secara lisan kejadian ini sekitar tahun 2018,” ujarnya.

Sri juga mengadukan soal usaha kos yang menggunakan perizinan homestay atau penginapan. “Kami berharap pemkot turut ikut andil dalam memperketat perizinan, khususnya izin penginapan,” paparnya.

Hal senada disampaikan Executive Assistant Manager Hotel Lotus Kediri Abdullah Junaidi. Dia berharap stakeholder yang ada bersinergi menindaklanjuti perizinan penginapan yang mulai menjamur di Kota Tahu. “Kalau memang izinnnya homestay atau kos ya jangan menyewakan per jam. Ini karena berdampak pada pajak daerah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri Anang Kurniawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui keberadaan beberapa homestay maupun kos yang ditengarai disalahgunakan. “Saya belum mengetahui langsung kondisi di lapangan,” urainya.

Pada prinsipnya, Anang menyatakan, pihaknya berkomitmen memperketat prosedur perizinan penginapan. “Kami akan terus lakukan pemantauan terkait perizinan penginapan di Kota Kediri,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia