Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

JPU Tolak Pledoi Dukun Aborsi 

Tetap pada Tuntutan 7 Tahun Penjara

20 Juni 2019, 16: 35: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

sumini aborsi

HADAPI TUNTUTAN: Sumini keluar dari ruang sidang Cakra setelah mengikuti pembacaan replik JPU di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Setelah tertunda dua pekan, sidang Sumini, 73, terdakwa yang mengaborsi janin Ika, kembali dilanjutkan kemarin (18/6). Agendanya pembacaan replik. Didampingi Penasihat Hukum (PH) Jatmiko Budi Prasetiyo, perempuan Dusun Nglaranggan, Desa Krenceng, Kepung ini disidang di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Persidangan sekitar pukul 13.30 berlangsung singkat. Berkas replik tidak dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lestari. Namun diberikan pada PH dan majelis hakim. “Bagaimana dengan tanggapan replik?” tanya Hakim Ketua Agus Tjahjo Mahendra.

Jatmiko menjawab, tetap dengan pledoi yang dibacakan sebelumnya. Sidang pun ditunda dengan agenda vonis pada Kamis (27/6). Sumini kemudian dibawa ke sel tahanan sementara PN Kabupaten Kediri.

Berdasarkan fakta persidangan, menanggapi pledoi PH Sumini, JPU pada intinya menolak. Dia tidak menerima keseluruhan pembelaan dukun aborsi itu. Maka JPU tetap pada tuntutannya yang dibacakan 20 Mei lalu. Yakni tujuh tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Kasus bermula pada 15 November 2018. Ketika itu, Ika datang ke rumah Sumini. Dia minta janinnya hasil hubungan gelap dengan Kamsidi digugurkan. Untuk itu, Sumini meminta bayaran Rp 1,5 juta.

Uang tersebut digunakan membeli jamu penggugur kandungan Rp 750 ribu. Jamu terdiri atas, satu bungkus ramuan dan satu bungkus cabai. Sisa uang Rp 750 ribu merupakan upah Sumini.

Sebelum dipijat, Ika terlebih dulu minum jamu tersebut. Lalu di kamar, Sumini menginjak perut Ika menggunakan tumit. Agar midah memijat ia memakai minyak GPU. Namun bayi tidak kunjung keluar. Pada akhirnya, Ika melahirkan sendiri di kosnya. Saat lahir, bayi dibekap jalan napasnya hingga meninggal.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia