Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Features

Agus Rofiq, 16 Tahun Menjadi Komisioner di KPU Kota Kediri

Urusi 17 Pemilu, Tersulit saat Pilwali

19 Juni 2019, 15: 23: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

gus rofik

MASA TERAKHIR : Agus Rofiq berada di ruang KPU usai acara pisah sambut komisioner KPU Kota Kediri kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Belasan pemilihan umum yang sudah dijalani Agus Rofiq selama bertugas menjadi komisioner KPU. Pengalaman itu pun sangat berharga. Menjadi kenangan berkesan sebelum ia kembali mengurus pondok pesantren milik keluarga.

MOCH. DIDIN SAPUTRO

Tanggal 12 Juli 2019 merupakan hari terakhir Agus Rofiq menjabat sebagai Ketua KPU Kota Kediri. Dan hari itu juga ia secara resmi mengakhiri pengabdiannya di komisi tersebut. Sosok yang dikenal lembut dan santun ini pun memperoleh banyak pelajaran selama di KPU. Meskipun sering diprotes tapi tak membuatnya kendor. Sebaliknya, menjadi semangatnya untuk tetap mengedepankan aturan yang benar.

“Alhamdulillah bisa melaksanakan tugas dengan aman di Kota Kediri. Selama menyelenggarakan pemilu selalu dalam keadaan tertib dan demokratis sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya usai acara pisah sambut komisioner KPU kemarin.

Suasana hangat memang terlihat ketika ia dan komisioner lain menggelar acara pisah sambut kemarin. Gembira bercampur haru menyelimuti ruang Kilisuci KPU Kota Kediri. Foto bersama pun dilakukan untuk melukiskan kenangan antara Agus Rofiq dengan komisioner lain yang masih menjabat. Termasuk staf kesekretariatan komisi yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto tersebut.

Tentu saja menjadi komisioner dan sempat menjabat sebagai ketua KPU Kota Kediri membuat pria yang akrab disapa Gus Rofiq ini terkesan. Ia mengaku telah banyak pelajaran yang diterimanya saat menjabat menjadi komisioner hingga ketua KPU Kota Kediri.

Memang, bekerja di KPU, menurut Gus Rofiq adalah susah-susah gampang. Ia menyebut banyak pekerjaan di luar lazimnya kantor yang lain. Sebab KPU sendiri selama ini menjadi komisi yang melayani banyak hal. Baik publik peserta pemilu maupun pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

“Meskipun sering diprotes, di demo, kami masih bisa berjalan dengan ketentuan yang ada. Dan kami bisa melayani seluruh peserta pemilu dengan sebaik mungkin, tetap sesuai peraturan yang berlaku,” papar pria yang pertamakali menjabat divisi teknis di KPU Kota Kediri pada 2003 tersebut.

Dari serangkaian pemilu yang pernah ia selenggarakan, menurutnya, pemilihan kepala daerahlah yang memiliki tantangan lebih. Bahkan ia menyebut itu yang paling berat. Sementara selanjutnya adalah pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan gubernur (pilgub). “Dan yang paling ringan adalah Pilpres saat belum digabung Pileg,” akunya.

Gus Rofiq menyebut, hal semacam itu karena peserta dari pemilihan kepala daerah yang cukup dekatlah yang membuat perebutan kekuasaan benar-benar ketat. Berlomba untuk menjadi raja di daerah.

“Tentu saja hal itu membuat mereka sama-sama berupaya kuat dan maksimal untuk memperoleh kekuasaan tersebut. Sehingga di sinilah kita harus ekstra hati-hati ketika melayani peserta pemilu dan pemilih saat menggunakan hak pilih mereka,” sebut ayah 4 anak ini.

Saat pemilihan kepala daerah yakni walikota ia mengaku harus sangat berhati-hati. Sebab saat melakukan segala tindakan apapun tidak lepas dari pantauan peserta pemilu. “Sehingga kita harus memastikan apa yang kita lakukan benar-benar sesuai perintah aturan yang ada,” jelasnya. Termasuk dalam hal pelayanan yang harus adil dan tidak boleh sedikitpun memihak pada salah satu peserta.

Saat disinggung kesibukan setelah tidak bergabung di KPU lagi, Gus Rofiq mengaku akan fokus pada tugas keluarga. Yakni mengurus pondok pesantren (ponpes). “Membantu kakak dalam mengelola pondok pesantren. Karena itu sudah tugas dari keluarga,” ujarnya.

Terakhir, Ia berpesan kepada komisioner yang baru nanti untuk melanjutkan apa yang selama ini telah dilakukan. Termasuk proses tahapan pemilu yang harus sesuai dengan peraturan yang ada. “Karena apabila tidak sesuai, tentu akan menghambat proses perjalanan tahapan pemilu,” imbuhnya.

Gus Rofiq tentu saja menjadi sosok  legendaris di Kota Kediri. Dengan perjalanan panjang mengawal kesuksesan pemilu di kota ini. Sosok yang berasal dari kalangan santri dan tak pernah putus asa dalam setiap menghadapi cobaan. Selalu belajar untuk bisa melakukan suatu hal dengan maksimal dan tentu sesuai dengan aturan. (fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia