Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

6 SMA Dibanjiri Calon Siswa

Hari Pertama Ada Ribuan Siswa Datangi Sekolah

18 Juni 2019, 10: 16: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

ENTRY DATA: Siswa mendaftar secara online di SMKN 1 Nganjuk. Berbeda dengan SMA, PPDB di SMK hanya didasarkan pada nilai ujian nasional siswa. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK jalur zonasi atau online dibuka kemarin. Di hari pertama, sejumlah sekolah yang selama ini dianggap favorit dibanjiri pendaftar. Sampai tadi malam, ada enam SMA yang pendaftarnya lebih dari 200 anak.

          Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk di ppdbjatim.net hingga sekitar pukul 18.00, dari total 14 SMAN, ada enam sekolah yang pendaftarnya lebih dari 200 siswa. Yakni SMAN 1 Gondang (224 siswa), SMAN 1 Nganjuk (236 siswa), SMAN 1 Patianrowo (224 siswa), SMAN  1 Prambon (224 siswa), SMAN 1 Tanjunganom (251 siswa), dan SMAN 2 Nganjuk (228 siswa).

          Sedangkan delapan sekolah lain rata-rata masih di bawah 150 siswa. Di antaranya ada SMAN 1 Sukomoro sebanyak 132 siswa dan SMAN 1 Rejoso sebanyak 130 siswa. Kemudian, SMAN 1 Berbek, menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar paling minim, yakni sebanyak 95 siswa.

          Di SMK, sejumlah program keahlian favorit diminati banyak siswa. Di antaranya adalah jurusan multimedia, teknik komputer dan jaringan (TKJ), listrik dan permesinan. Di beberapa sekolah, jumlah pendaftarnya rata-rata di atas 40 siswa.

          Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, PPDB SMA/SMK di hari pertama berjalan lancar. Sampai kemarin sore, tidak ada sekolah yang melaporkan kendala terkait server. “Semuanya berjalan lancar,” ujar Edy.

          Dia melanjutkan, pendaftaran PPDB jalur zonasi masih berjalan sampai Kamis besok lusa (20/6). Karena itulah, beberapa sekolah masih punya kesempatan untuk menambah jumlah siswanya. “Yang (pendaftarnya) di atas 200 di hari pertama, kami prediksi bisa memenuhi pagu sampai penutupan nanti,” lanjut mantan kepala cabdisdik pemprov wilayah Bojonegoro-Tuban ini.

          Di hari kedua pagi ini, dia berharap distribusi calon siswa lebih merata ke sekolah-sekolah pinggiran. Seperti imbauan awal, cabdisdik meminta siswa lebih memilih sekolah yang dekat dengan rumahnya. Sebab, peluang mereka diterima di sekolah tujuan lebih besar.

          Dia lantas mencontohkan siswa yang berdomisili di Kelurahan Cangkringan, Nganjuk. Meski pilihan pertama di SMAN 2 Nganjuk, sistem akan membaca jarak rumah dengan sekolah. Karenanya, siswa yang bersangkutan diterima di pilihan kedua di SMAN 1 Nganjuk yang jaraknya hanya sekitar 100-200 meter.

          Untuk di SMK, lanjut dia, calon siswa harus mempertimbangkan nilai ujian nasional (NUN). Karenanya, bagi siswa yang belum mendaftar, mereka harus terus memantau pemeringkatan di masing-masing program keahlian. “Siswa harus bisa mengukur sendiri nilai (NUN)-nya agar bisa diterima,” terang pria asal Kabupaten Tuban ini.

          Berbeda dengan SMA, pendaftaran PPDB online SMK tidak mempertimbangkan jarak rumah. Sehingga, calon siswa harus mengandalkan NUN agar bisa bersaing dengan pendaftar lainnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia