Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Denpom Periksa Saksi Kasus Penusukan Endang

18 Juni 2019, 10: 12: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Denpom Periksa Saksi Kasus Penusukan Endang

Share this          

NGANJUK-Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI melanjutkan penyidikan kasus tewasnya Endang Satriani, 54, akibat ditusuk badik oleh Kopda SK, 34, anggota TNI AD yang bertugas di Papua. Selain mengamankan pria asal Desa Nglawak, Kertosono tersebut, denpom juga memeriksa beberapa saksi terkait tragedi berdarah itu. Yaitu, Kepala Dusun Pandanasri, Sutoyo dan Kasi Pemerintahan, Desa Lambangkuning, Kertosono, Wiji Yulianto.

Ditemui koran ini kemarin, Kasun Pandanasri Sutoyo yang diperiksa hingga Minggu (16/6) malam mengungkapkan, dirinya dicecar banyak pertanyaan oleh penyidik polisi militer. Terutama, seputar kronologi penangkapan SK pada Sabtu (15/6) siang. “Sudah saya ceritakan kepada penyidik,” ujar Sutoyo.

Yakni, terkait penangkatan SK di dekat rel kereta api Desa Lambangkuning, Kertosono. Awalnya, Sutoyo mendapat laporan dari warga sekitar pukul 13.10 tentang peristiwa penusukan yang dialami Endang.

Setelah pria berusia 51 tahun itu keluar rumah, rupanya sudah banyak warga yang berkumpul. Untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, Sutoyo mengejar pelaku dengan mengendarai sepeda motor.

Dia pun berhasil mencegat Kopda SK. “Ketika saya tangkap dia sama sekali tidak melakukan perlawanan. Seperti sudah pasrah,” lanjut Sutoyo sembari menyebut Kopda SK mengakui telah menusuk perempuan yang akrab disapa Eni itu.

Selanjutnya SK diamankan di rumah Sutoyo. Di sana, dia meminta agar SK menyerahkan badik yang digunakannya untuk menusuk Eni. “Saya amankan agar tidak jadi amuk massa yang saat itu sudah banyak berkumpul di depan rumah,” lanjutnya.

Sekitar satu jam di dalam rumah Sutoyo, Kopda SK lantas diserahkan kepada pihak yang berwajib. Pada saat proses pengamanan, warga yang emosi hendak melakukan pemukulan. Beruntung, Sutoyo bisa meredam aksi provokasi tersebut. “Saya ingatkan warga agar tidak ada yang main hakim sendiri,” tegasnya sembari menyebut kronologi itulah yang diceritakan kepada penyidik polisi militer.

Ditanya tentang penyebab penusukan yang berujung tewasnya Endang, Sutoyo mengaku tidak mengetahuinya. Hal serupa juga diungkapkan Kasi Kasi Pemerintahan Desa Lambang Kuning, Wiji Yulianto. “Saya juga tidak tahu,” elak Wiji sembari menyebut Kopda SK sempat dibawa ke Koramil Kertosono sebelum dibawa ke Denpom Madiun.

Sebelumnya, personel denpom juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dua kursi yang diduga terkait dengan penusukan terhadap Endang dijadikan barang bukti.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia