Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Endang Tewas Ditusuk Badik

Sempat Adu Mulut, Pelaku Oknum TNI AD

18 Juni 2019, 09: 56: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

Pembunuhan

BELASUNGKAWA : Sejumlah tamu datang melayat ke rumah Endang Satriani di Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Peristiwa berdarah terjadi di Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Sabtu lalu (14/6). Kopda SK, 34, oknum TNI AD asal Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono menusuk Endang Satriani, 54, asal Lambangkuning, dengan badik hingga tewas

          Diduga, pria yang kini bertugas di Papua itu naik pitam setelah sempat cekcok dengan korban. Pemicunya, SK mencurigai Endang memiliki hubungan khusus dengan sang mertua.

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, SK mendatangi rumah Endang di Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, mengendarai sepeda motor Yamaha Byson nopol L 6123 XV. Kedatangan kopda SK ke kediaman perempuan yang akrab disapa Ani itu untuk menyelesaikan masalah pribadi.

          Pasalnya, SK mencurigai Endang memiliki hubungan dekat dengan sang mertua. Sayang, kehadiran SK justru membuat suasana semakin panas. Kedua orang tersebut lantas terlibat cekcok di teras rumah.

Karena tidak bisa mengontol emosinya, SK lantas mengeluarkan badik atau pisau yang sudah dibawa dari rumah. Tanpa ampun, SK kemudian menusuk tubuh Endang dengan senjata tajam tersebut berkali-kali. Akibatnya, Endang mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Dia terkena tujuh tusukan di beberapa bagian tubuh. “Pelaku diduga kesal dan tidak bisa kontrol emosi sehingga korban ditusuk (pakai badik),” kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.

Melihat korbannya tak berdaya, SK melarikan diri meninggalkan rumah Endang. Warga yang mengetahui adanya penganiayaan itu secara spontan mengejar pelaku.

Pemuda itu kabur sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Tidak berselang lama, warga berhasil menangkap pelaku. Setelah itu, SK diamankan ke salah satu rumah perangkat desa Lambangkuning.“Warga melaporkan kejadian itu ke polisi. Kami lalu berkoordinasi dengan koramil Kertosono dan kodim 0810,” ucap perwira pemilik dua melati di pundak ini.

SK kemudian diserahkan ke kodim 0810 untuk ditindaklanjuti. Saat dikonfirmasi, Dandim 0810 Letkol Kav Joko Wibowo membenarkan bila kopda SK merupakan anggota TNI AD dari Papua. “Perkara ini kami serahkan ke PM (polisi militer) untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Joko.

Sementara itu, korban yang mengalami luka tujuh tusukan sempat dilarikan ke RSUD Kertosono. Meski sudah mendapat penanganan medis, nyawa korban hanya bertahan sekitar enam jam.

Endang dikabarkan meninggal dunia pada pukul 21.00, akibat luka parah di tubuhnya. Yogi, anak korban, mengatakan ibunya mengalami luka parah di bagian perut. “Robek sekitar 10 sentimeter (cm),” katanya.

Kepada wartawan koran ini, anak sulung Endang itu membantah tuduhan pelaku kalau ibunya punya hubungan khusus dengan mertua SK. Pria berkacamata itu enggan mengomentari perihal pemicu cekcok sang ibu dengan pelaku. Dia hanya berharap SK mendapat hukuman setimpal. “Kami dari keluarga sudah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib,” ungkapnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia