Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Penemuan Tengkorak di Kandat: Polisi Belum Bisa Pastikan Jenis Kelamin

17 Juni 2019, 16: 06: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

tengkorak kandat

TENGKORAK SIAPA?: Penemuan tulang belulang di Kandat.

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Hingga kemarin, polisi masih belum bisa menentukan apakah tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan warga Desa Sumberjo, Kecamatan Kandat tersebut berjenis lelaki atau perempuan. Sebab, meskipun sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, hasilnya hingga masih belum keluar.

Hanya saja, ada beberapa benda di TKP yang sedikit memberi tanda apa jenis kelamin orang yang sudah tinggal tengkorak dan belulangnya saja itu. Yaitu adanya penemuan sandal, potongan kain warna merah muda yang diduga baju, serta potongan kain warna biru tua yang diperkirakan rok.

Penemuan tengkorak itu terjadi Sabtu (15/6) siang. Oleh seorang warga bernama Marlin, 50. Saat itu Marlin tengah membersihkan daun kering di sekitar lokasi. Awalnya dia bermaksud membakar dedaunan itu setelah mengumpulkannya dari rimbunan batang bambu. Saat itulah dia menemukan ada tengkorak dan potongan tulang-belulang yang ikut terbakar.

Saat kejadian siang hari itu Marlin memilih diam. Dia hanya menceritakan pada satu orang saja. Baru pada malam harinya dia pergi ke Polsek Kandat. Melaporkan kejadian itu.

“Benar, ditemukan oleh warga pada saat siang hari. Namun baru malamnya melapor ke kami,” ucap Kapolsek Kandat Iptu Harianto.

penemuan tengkotak

GARIS KUNING: Warga melihat lokasi penemuan tengkorak yang telah diberi garis polisi kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung mendatangi lokasi. Mereka kemudian memasang garis polisi di sekitar tempat penemuan. Melarang warga mendatangi TKP.

Menurut Harianto, saat polisi datang, tengkorak itu terlihat di antara tumpukan dedaunan yang terbakar. Polisi kemudian mendatangkan tim Inafis dan membawa tengkorak dan tulang itu ke RS Bhayangkara.

Romario, 17, warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan menjelaskan bahwa sempat muncul keramaian di sekitar rumahnya pada Sabtu (15/6) sore. Warga sekitar datang ke lokasi tempat ditemukannya tengkorak tersebut untuk sekadar melihat-lihat. “Saya baru datang ke rumah pas malam, pas ada polisi yang datang ke lokasi, dan masih ramai,” terang Rio.

Rio menjelaskan bahwa di tempat tersebut jarang didatangi oleh warga. Karena memang tempatnya sulit untuk diakses. Rio juga menjelaskan bahwa tanah persawahan itu adalah milik seorang warga Dusun Cangkringan, Desa Sumberjo bernama Solikin.

Rio menjelaskan bahwa saat itu ada pekerja Solikin yang bernama Marlin sedang membersihkan daun kering dan kemudian membakarnya. “Namun saat proses pembakaran, katanya dia (Marlin, Red) mendengar ada bunyi aneh. Seperti bukan bunyi daun yang terbakar. Saat diperiksa, katanya tengkorak,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pagi kemarin, masih ada beberapa orang yang datang ke tempat tersebut hanya untuk melihat-lihat lokasi penemuan. Rio mengetahui hal tersebut karena memang posisi rumahnya sekitar 50 meter dari kebun bambu tempat ditemukannya tengkorak.

Tengkorak Siapa?

-         Ditemukan sekitar 70 meter di selatan SDN Sumberjo I. Akses ke lokasi sulit karena banyak pohon bambu dan tidak ada penerangan.

-         Jaraknya 40 meter di barat Balai Desa Sumberjo. Dihubungkan dengan jalan tanah.

-         Motor atau mobil petugas dan warga bisa ke lokasi dengan melewati tanah lapang bekas kebun. Jaraknya sekitar 100 meter dari jalan utama ke arah utara.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia