Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Penemuan Arca Ganesha: Pemkab Kediri Tembusi BPCB

17 Juni 2019, 15: 26: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

arca ganesha

SEJARAH: Arca Ganesa yang ditemukan warga Desa Krenceng, Kepung. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri turun tangan terkait penemuan benda purbakala berupa arca Ganesha di Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kepung Sabtu (15/6) lalu. Hari ini mereka akan melayangkan laporan resmi kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Pihak Disparbud berharap agar BPCB segera melakukan penelitian lebih lanjut.

Kasi Museum dan Purbakala Eko Priatno mengatakan, langkah selanjutnya yang bisa diambil usai melakukan pengamanan lokasi adalah pelaporan kepada BPCB Jatim. Ia menyebut, secara teknis terkait penemuan benda yang diduga cagar budaya ini ranahnya adalah BPCB. “Namun pemerintah daerah (pemda, Red) juga bisa mendorong untuk segera di lakukan ground check,” ujarnya

Sebab hal ini berkaitan dengan lokasi penemuan yang berada di calon bangunan rumah. Menurutnya apabila tidak segera dilakukan ground check atau pengecekan pada lokasi penemuan, itu akan berdampak dengan kondisi pemilik tanah yang disarankan bersabar untuk menunda pembangunannya.

DILAPORKAN: Arca Ganesa di Krenceng.

DILAPORKAN: Arca Ganesa di Krenceng. (Didin Saputro - radarkediri.id)

“Nanti saat ground check kita bisa lihat bagaimana kondisi di dalam tanah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri di lokasi penemuan kemarin.

Eko menambahkan, pengecekan tersebut berkaitan dengan proses pemastian keberadaan benda yang diduga cagar budaya lain di dalam tanah. Saat ini pihaknya tidak bisa memprediksi apakah di sekitar penemuan ada benda bersejarah lain atau bahkan bangunan bersejarah atau tidak. “Tapi dari keterangan yang menemukan, di dalam masih ada struktur yang tertata rapi,” jelasnya.

Untuk memastikan sejauh mana kondisinya, harus ada penelitian dari pihak berwenang. Pihak berwenang itu adalah BPCB. Penelitian tersebut tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Karena berkaitan dengan keamanan dan menjaga kondisi benda atau struktur purbakala yang ada.

Perihal pengecekan oleh BPCB yang akan membutuhkan waktu panjang, Eko telah berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait. Baik dengan pemilik lahan maupun pemangku wilayah. “Sudah kami sampaikan kepada pemilik tanah untuk bersabar, karena mau tidak mau mengganggu proses pembangunan rumahnya,” imbuhnya.

Sementara dengan perangkat desa baik kepala dusun dan kepala Desa Krenceng, ia menyarankan untuk tetap melakukan pengamanan secara lokal. Intinya bila ada penemuan seperti ini yang perlu dilakukan adalah pengamanan. Baik pengamanan lokasi maupun bendanya,” tegasnya.

Dari keterangannya, tahapan tersebut sudah tepat. Yakni dengan pengumpulan benda purbakala yang ditemukan dan juga telah dilakukan pengamanan menggunakan garis polisi. “Sedangkan masyarakat bisa datang untuk melihat dan mudah-mudahan penemuan ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat,” paparnya.

Hingga kemarin, benda purbakala berupa arca Ganesha dan bongkahan sejumlah batu bata merah tersebut membuat banyak orang penasaran. Mereka berbondong datang untuk mengabadikan dan berswa foto di sekitar lokasi penemuan. Dari pemaparan Eko, Ganesha yang ditemukan ini memiliki persamaan dengan ukuran lebih kecil dibandingkan arca Ganesha di Ringin Budho Pare. Hanya saja, kondisi arca di Kwagean lebih bagus karena bagian-bagiannya masih lengkap. Berbeda dengan arca Ganesha Ringin Budho yang pada bagian mahkotanya sudah terpenggal.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Kepung Nur Said menyampaikan, penemuan benda purbakala ini bisa menambah informasi sejarah di wilayahnya. “Di Kecamatan Kepung ini memang cukup banyak peninggalan purbakala. Dan penemuan ini bisa menjadi sarana menambah wawasan sejarah bagi masyarakat terutama generasi muda,” ujarnya.

Yang terpenting saat ini, Nur Said menyebut, adalah keamanan benda tersebut. Ia pun berpesan kepada pengunjung yang datang agar bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian benda yang baru saja ditemukan.

Diberitakan sebelumnya, arca Ganesha yang sempat menghebohkan warga Dusun Kwagean dan sekitarnya itu ditemukan oleh Prianto, warga setempat. Ia saat itu tengah menggali bakal septic tank di calon bangunan rumah milik Nur Samsu. Ketika berada di kedalaman 1,5 meter, Prianto melihat ada bongkahan batu bata merah dan sebuah arca Ganesha dengan posisi menghadap utara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia