Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB Kediri: PIN Sudah Tuntas

17 Juni 2019, 15: 17: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

ppdb kediri

HARI TERAKHIR: Lutfi (kiri) menemani keponakannya Teguh mengambil PIN di SMPN 1 Ngasem di hari terakhir. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Tuntas sudah proses pengambilan personal identification number (PIN) SMP negeri di Kabupaten Kediri. 15 Juni lalu adalah hari terakhir bagi para calon siswa untuk mendapatkan persyaratan pendaftaran itu. Dan, bagi yang belum memiliki, sudah pasti tak bisa mendaftar di SMP negeri.

Lalu, bagaimana bila ternyata masih ada yang belum mendapatkan PIN hingga penutupan? Mereka harus mau melanjutkan ke SMP swasta. Atau ke madrasah tsanawiyah. “Madrasah pun juga yang swasta,” kata Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan Sujud Winarko, saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri melalui sambungan telepon.

Namun, Sujud menyebut, kemungkinan calon siswa yang tak mendapatkan PIN juga kecil. Setidaknya bila melihat animo selama masa pengambilan. Setiap SMP telah mengeluarkan PIN untuk 400 sampai 500 calon peserta didik baru.

PPDB Kediri PIN

PPDB Kediri PIN (radarkediri.id)

Selain itu, di hari terakhir kemarin jumlah yang melakukan pengambilan PIN juga sudah jauh berkurang. Tak sebanyak di hari-hari sebelumnya. Itu menandakan memang masyarakat sudah mengantisipasi dengan berusaha mendapatkan PIN di awal-awal masa pengambilan. Sehingga kemungkinan ada yang belum bisa mendapatkan PIN juga kecil.

“Mayoritas sudah semua. Hanya tinggal sisanya yang belum saja,” ujarnya.

Seperti yang diketahui selama ini, PIN nantinya akan digunakan untuk login pada situs pendaftaran PPDB secara daring. Karena itulah tanpa PIN tersebut para calon peserta didik baru tidak akan dapat mendaftarkan diri. Sementara, waktu PPDB Kabupaten Kediri akan dibuka mulai hari ini (17/6). Baik untuk jalur zonasi, prestasi, maupun pindah tugas.

Berdasarkan pengamatan koran ini, suasana pengambilan PIN di hari terakhir memang sepi. Di SMPN 1 Ngasem misalnya, para pengambil PIN tidak sebanyak hari-hari sebelumnya. Telah ada penurunan yang cukup signifikan. Bahkan, sekitar pukul 11.00 WIB, pengambil PIN sudah mulai sepi.

“Hari ini kami hanya melayani sekitar 50 orang yang mengambil PIN. Beberapa antrean yang lain memutuskan untuk tidak kembali lagi ke sini,” papar Waka Kesiswaan SMPN 1 Ngasem Khoirul Anwar.

Salah satu calon peserta didik baru yang mengambil PIN pada hari terakhir kemarin adalah Teguh Budi Santoso, 13, warga Desa/Kecamatan Ngasem. Datang ditemani saudaranya Lutfi Illa Sari, 23, mereka langsung mengambil PIN di salah satu operator.

Berdasarkan keterangan Lutfi dan Teguh, alasan mereka baru mendaftar pada hari terakhir tersebut karena tidak tahu dengan tahapan PPDB. Bahkan mereka baru tahu kalau sudah memasuki hari terakhir kemarin pagi. “Baru tahu ini. Dari pihak SD baru memberi tahu,” aku Lutfi singkat.

Perempuan yang sedang menempuh pendidikan di Uniska tersebut memang mengakui bahwa keluarganya kurang proaktif dalam mencari informasi. Namun dengan kejadian tersebut, mereka pun kini telah mengetahui alur, tahapan, dan jadwal PPDB tersebut.

Untuk diketahui, waktu operator PPDB banyak tersita untuk pencarian lokasi rumah. Operator butuh waktu relatif lama untuk benar-benar memastikan dan mencari lokasi rumah calon siswa dengan menggunakan aplikasi google maps.

Proses tersebut akan lebih memakan waktu lagi ketika rumah yang bersangkutan jauh dari jalan utama. Belum lagi ketika nama jalan di alamat rumah yang bersangkutan belum terdaftar dalam sistem google maps.

Butuh PIN untuk Mendaftar

1.     Pengambilan PIN telah ditutup kemarin pukul 12.00 WIB

2.     Peserta didik baru yang tidak mengambil PIN tidak bisa mengikuti PPDB

3.     Peserta didik baru yang tidak mengambil PIN bisa mendaftar di SMP atau madrasah swasta

4.     Sekitar 400 – 500 peserta didik baru di setiap SMP yang mengambil PIN

5.     Proses pencarian rumah menjadi tahap yang cukup memakan waktu dalam mengambil PIN

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia