Selasa, 22 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Budi Hartanto, Guru Tari Asal Tamanan

Dua Pelaku Akan Diadili di Kediri

17 Juni 2019, 14: 31: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi hartanto

REKA ULANG: Pelaku saat rekonstruksi perkara pembunuhan Budi Hartanto. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Kasus pembunuhan disertai mutilasi Budi Hartanto, guru honorer SDN Banjarmlati 2, Mojoroto langsung ditangani Polda Jatim. Penyidik telah memperpanjang penahanan dua pembunuhnya. Bagaimana perkembangannya?

Polda Jawa Timur (Jatim) telah melimpahkan berkas kasus pembunuhan disertai mutilasi Budi Hartanto, 28, ke kejaksaan tinggi (kejati).

Sementara dua tersangkanya, Aris Sugianto, 34, warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Blitar dan Aziz Prakoso, 28, warga Desa/Kecamatan Ringinrejo masih ditahan di mapolda.

“Kami sudah mengirimkan berkas, kini kami menunggu P-21 dari kejaksaan,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera ketika dihubungi melalui WhatsApp (WA).

Informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, untuk melengkapi barang bukti dan keterangan saksi, polisi melakukan perpanjangan masa penahanan Aris dan Azis selama 20 hari. 

Budi Hartanto

Budi Hartanto

Terpisah, Kasiintel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri Ika A. Wanarti mengaku, belum menerima berkas kasus itu dari Kejati Jatim, baik SPDP maupun P-16 (penunjukan jaksa untuk menangani atau meneliti berkas suatu perkara pidana umum). “Mohon bersabar menunggu perkembangannya, nanti akan dikabari lagi,” ujarnya.

Ika menambahkan, hingga kemarin berkas masih berada di kejati. Namun ia memastikan, sidang kasus pembunuhan tersebut akan dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. “Sesuai dengan tempat kejadian,” katanya.

Sedangkan Aris dan Azis nantinya akan didampingi Taufiq Dwi Kusuma sebagai penasihat hukum (PH)-nya. Namun hingga kemarin, Taufiq belum bisa dihubungi untuk konfirmasi terkait perkara hukum yang dihadapi kliennya.

Untuk diketahui, pembunuhan Budi terjadi 2 April 2019. Lokasinya di warung nasi goreng milik Aris di Desa Sambi, Ringinrejo. Motifnya asmara antara Budi dan Aris. Sebelum dibunuh, Budi dan Aris bertengkar hebat. Saat cekcok, Aziz yang berada di lokasi mencoba menenangkan keadaan. Namun saat ditenangkan, Budi malah marah dan menampar Aziz. Tidak terima Aziz balik memukul.

Merasa terancam, Budi mengambil senjata tajam di sekitar lokasi warung. Namun, Aziz bisa mengambil alih sajam menyerupai parang itu. Dia langsung menyabetkannya ke leher dan punggung Budi.

Tubuh Budi yang sudah tidak bernyawa dimasukkan koper oleh Aziz dan Aris. Namun karena bagian kepala tidak cukup, kepala Budi akhirnya dipotong. Kepala dan tubuh dibuang terpisah. Kepala Budi di tas kresek dibuang di Sungai Kras, Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras. Sedangkan tubuhnya dibuang di sungai Desa Karanggondang, Udanawu. Akibat perbuatannya, keduanya dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.  

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia