Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Balita Tewas Ditabrak Jeep

Mengantre di SPBU Banaran, Kertosono

16 Juni 2019, 20: 08: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

laka balita

TKP : Polisi menunjukkan lokasi kejadian kecelakaan yang menyebabkan Abiyu Zahfran, balita empat tahun di SPBU Banaran, Jumat lalu (14/6). (Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Nahas dialami Abiyu Zahfran, balita empat tahun asal Desa Bangle, Kecamatan Lengkong. Saat ikut mengantre di SPBU bersama ibunya, Jumat lalu (14/6), Abiyu ditabrak kendaraan Jeep Daihatsu Feroza dari belakang. Akibatnya, balita laki-laki itu tewas dengan luka di kepala.

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30. Awalnya, Abiyu dibonceng ibunya, Pitasari, 20, menaiki sepeda motor Honda Yamaha Mio bernopol AG 5640 UB. Sore itu, sang ibu akan membeli  bensin di SPBU di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono.

          Sampai di SPBU, Abiyu turun dari motor. Setelah itu, dia menunggu di dekat antrean kendaraan roda empat. Jaraknya memang agak jauh dari ibunya yang mengantre untuk kendaraan roda dua. “Lepas dari pengawasa ibunya,” kata Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP Sudarman.

          Saat berdiri itu, tiba-tiba ada kendaraan Jeep Daihatsu Feroza nopol AG 942 DO yang disopiri Eko Hendrik Meiyanto, 38, warga Desa Cerme, Kecamatan Grogol. Karena bodi kendaraan yang tinggi, Eko tidak mengetahui keberadaan Abiyu yang berdiri di depan.

          Karena itulah, begitu melintas, jeep warna metalik itu langsung menabrak Abiyu. Akibatnya, korban terpelanting dan mengalami luka parah di bagian kepala. “Ada luka berat di kepala,” ungkap mantan kapolsek Loceret itu.

Abiyu sempat dilarikan ke RSUD Kertosono. Tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dia mengembuskan napas terakhirnya   saat perjalanan ke rumah sakit.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, polisi menduga korban lepas dari pantauan ibunya yang saat itu sedang antre isi  bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, korps seragam cokelat ini juga sudah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti lainnya termasuk visum. Atas kejadian ini, Polsek Kertosono terpaksa mengamankan kendaraan yang digunakan Eko untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Agar kejadian yang sama tidak terulang, Sudarman mengimbau kepada orang tua agar lebih berhati-hati saat membawa anak-anak di tempat keramaian. “Sebagai orang tua kita harus lebih waspada,” pesannya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia