Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tubuh Supriyanto Belum Ditemukan

Tim Lakukan Penyisiran sampai 4 Kilometer

16 Juni 2019, 20: 01: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

TIDAK MUDAH : Tim gabungan Basarnas dan BPBD Nganjuk melakukan pencairan tubuh Supriyanto yang tenggelam di Sungai Brantas kemarin.

TIDAK MUDAH : Tim gabungan Basarnas dan BPBD Nganjuk melakukan pencairan tubuh Supriyanto yang tenggelam di Sungai Brantas kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Pencarian terhadap M Supriyanto, 20, yang tenggelam di Sungai Brantas belum membuahkan hasil, kemarin. Sampai siang hari, tubuh pemuda asal Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot itu belum bisa ditemukan oleh tim Basarnas dan Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

          Kapolsek Ngronggot AKP Sugeng Suharyono mengatakan, pencairan dilakukan sejak pukul 07.30 sampai 14.00. Penyisiran dilakukan sejauh 4 kilometer (km). “Kami menggunakan perahu dua perahu karet,” kata Sugeng kepada Jawa Pos Radar Nganjuk di lokasi kejadian di bantaran Brantas Desa Juwet kemarin.

          Awalnya, pencarian tubuh korban dilakukan bertahap. Pertama, tim melakukan pencarian di sekitar Kelutan dan Papar. Sekitar pukul 11.30, tim yang mencari korban tenggelam menghentikan pencariannya. “Satu jam kemudian pencarian dilanjutkan,” terang perwira dengan tiga balok di pundak ini.

SEGALA CARA : Keluarga korban ikut membantu melakukan pencarian dengan melarung kembang setaman.

SEGALA CARA : Keluarga korban ikut membantu melakukan pencarian dengan melarung kembang setaman. (Rekian - radarkediri.id)

Setelah dua lokasi tidak ditemukan, tim lalu bergeser hingga ke Purwoasri, Kabupatren Kediri. Hingga pukul 14.00, tim tak kunjung menemukan Supriyanto hingga penyisiran juga dihentikan. Tim pencarian korban teggelam pun akhirnya membawa dua perahu itu kembali ke posko menggunakan mobil Basarnas dan BPNB milik BPBD Nganjuk. “Manuver kembali dilanjutkan sore (pukul 15.00),” terang Sugeng.

Hingga berita ini ditulis hingga pukul 17.30, tim belum menemukan tubuh Supriyanto. Sugeng menduga tubuh korban sudah terseret arus. “Untuk sementara ini, korban diduga tenggelam karena masuk dalam pusaran air yang berada di tengah kali Brantas,” akunya. Ia menyebutkan, pencarian di air tidak akan dilakukan saat malam hari.

Sementara itu, untuk mengamankan lokasi, polisi juga memasang police line agar masyarakat tidak mendekat dan mengganggu pencarian korban. “Kami sudah beri imbauan bagi warga yang hendak ikut membantu wajib berkoordinasi Basarnas atau BPBD,” ucap perwira berkacamata ini. Dia tidak ingin warga gegabah nekat bertindak sendiri sehingga bisa menimbulkan masalah baru.

Selain pencarian menggunakan perahu karet oleh tim pencari korban tenggelam, keluarga dan teman-teman korban juga ikut mendoakan agar jasad bisa segera ditemukan. Lewat kearifan lokal, keluarga korban juga melarung kembang setaman dan telur yang dibagi menjadi dua unsur. Sedangkan teman-teman korban, memilih menyalakan api di tepi sungai sembari melafalkan doa agar korban bisa ditemukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Supriyanto awalnya mencari ikan bersama dengan tiga temannya dengan cara menjaring. Memilih untuk menceburkan diri ke sungai, Supriyanto tenggelam diseret arus sungai Kali Brantas, Jumat lalu (14/6).

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia