Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Transaksi Gadai Naik saat Tahun Ajaran Baru

14 Juni 2019, 21: 43: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

pegadaian

BUTUH DANA SEGAR: Nasabah melakukan transaksi gadai di kantor Cabang PT Pegadaian Kediri, Jalan Patimura, Kota Kediri. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Transaksi gadai usai Lebaran di Pegadaian Cabang Kediri bakal kembali menggeliat. Pemicunya, masyarakat membutuhkan dana segar untuk kebutuhan pendidikan. Apalagi, memasuki tahun ajaran baru bagi para peserta didik di sekolah.

Pimpinan Cabang PT Pegadaian Kediri Sri Yuliastuti mengatakan, usai libur Idul Fitri ini masyarakat kembali menggadaikan barang-barangnya. “Setelah Lebaran biasanya kinerja meningkat lagi. Tahun-tahun sebelumnya juga seperti ini. Apalagi setelah hari raya masuk ajaran baru sekolah,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Selain karena tahun ajaran baru bagi anak sekolah, Sri mengatakan, aktivitas bisnis usai libur Lebaran membuat para pelaku usaha membutuhkan modal tambahan. “Yang butuh dana untuk pendidikan maupun modal usaha mulai berdatangan lagi,” urainya.

Oleh sebab itu, Sri memperkirakan, transaksi gadai atau penyaluran pinjaman pada Juni ini bakal lebih tinggi. Itu bila dibandingkan Mei menjelang Ramadan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat biasanya melakukan tebus gadai jelang Lebaran, pascahari raya sebagaian juga banyak yang menggadaikan lagi. Apalagi bulan depan (Juni, Red) berbarengan pendaftaran sekolah,” paparnya.

Ditanya perihal jumlah nasabah yang melakukan proses gadai, Sri mengaku, setiap hari mendata ada sekitar 80 transaksi, baik emas maupun barang-barang elektronik. “Kami hari ini (kemarin) bisa mendistribusikan uang hasil gadai sebanyak Rp 149 juta,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, transaksi gadai pascalebaran –sejak 10 hingga 13 Juni–tercatat sebesar Rp 500 juta. Sedangkan masyarakat yang melakukan tebus gadai sebelum Idul Fitri mencapai 30 persen dari total nasabah.

Hal senada disampaikan Kepala Pengelola Unit Pelayanan Cabang (UPC) Pegadaian Gringging Mualfiah. Ia mengatakan, pascalebaran ini ada kenaikan proses gadai di UPC-nya. Puncak peningkatan masyarakat yang melakukan gadai sudah terlihat sejak H+4 Idul Fitri. “Pascalebaran ini nasabah yang melakukan gadai meningkat sekitar 10 persen, dari jumlah nasabah kami sekitar 2.500 anggota,” jelasnya.

Mualfiah menyebutkan, tahun ini proses perputaran uang di UPC Gringging mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Selama Januari hingga Mei, ia mencatat sedikitnya kenaikan mencapai 20 persen.

“Biasanya masyarakat membawa berbagai barang seperti elektronik, kendaraan, hingga perhiasan emas atau logam untuk digadaikan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia