Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Buang Bayi di Kepung, Ibu Muda Dihukum 9 Tahun  

Terbukti Langgar UU Perlindungan Anak

14 Juni 2019, 21: 27: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

ika buang bayi kepung

TERIMA PUTUSAN: Ika Wahyuningsih usai menandatangani berkas hasil persidangan disaksikan PH Bagus Wibowo dan JPU Oula Dewi Nurlaily di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Persidangan kasus ibu yang membuang bayinya memasuki babak akhir di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin (13/6). Terdakwanya, Ika Wahyuningsih, 25, diganjar hukuman berat. Majelis hakim memvonis perempuan Dusun Karangdinoyo, Desa/Kecamatan Kepung ini sembilan tahun penjara.

Tak hanya hukuman kurungan, Ika juga harus membayar denda Rp 5 juta. Bila tidak mampu membayar maka diganti dengan hukuman tiga bulan penjara. Putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai Agus Tjahjo Mahendra sekitar pukul 15.00 di ruang sidang Cakra.

Dalam putusannya, hakim menyatakan Ika terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 76c juncto 80 ayat (30) jo pasal 80 ayat (4) UU RI Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak. “Terdakwa terbukti bersalah melakukan pidana melanggar undang-undang perlindungan anak,” terang Agus.

Vonis itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oula Dewi Nurlaily. Pada sidang sebelumnya, ia menuntut hukuman sepuluh tahun penjara. Bahkan, Ika juga dituntut membayar denda Rp 200 juta. Jika tidak membayar, maka diganti hukuman tiga bulan kurungan.

Dalam vonisnya, Agus juga membacakan hal-hal yang jadi pertimbangan. Yang meringankan, Ika bersikap sopan dalam persidangan. Dia mengakui dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak mengulangi.

“Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa dari seorang anak,” tegasnya.

Setelah membacakan putusan, hakim memberi kesempatan terdakwa untuk menanggapi. Ikan pun berkonsultasi dengan penasihat hukum (PH)-nya, Bagus Wibowo. “Terdakwa ingin menyampaikan sendiri,” ujar Bagus.

Selanjutnya, Ika menjawab, menerima putusan yang telah diberikan. Mendengar jawaban perempuan kelahiran 1994 itu, Agus lantas mengetukkan palu tanda sidang telah selesai.

Dengan mata berkaca-kaca, Ika berusaha menutupi wajahnya dengan kerudung hitam ketika digiring petugas kejaksaan menuju sel tahanan sementara PN Kabupaten Kediri.

Berdasarkan fakta persidangan, kasus berawal dari penemuan bayi pada 15 November 2018. Bayi perempuan itu ditemukan dalam keadaan meninggal dalam tas kresek di Jalan Dusun Kebonsari, Desa Krenceng, Kepung. Belakangan terungkap bayi tersebut anak kandung Ika dari hasil hubungan gelapnya dengan Kasmidi, 51, warga Dusun Karangdinoyo, Desa/Kecamatan Kepung.

Sebelum membunuh bayinya, pada 14 November 2018 Ika bersama pria selingkuhannya pergi ke rumah Sumini, 73, di Dusun Nglarangan, Desa Krenceng, Kepung. Tujuannya untuk mengugurkan bayi yang Ika kandung.

Di sana, Sumini meminta bayaran Rp 3 juta. Karena tak memiliki uang, Kasmidi berusaha mencari pinjaman. Sayangnya, pria laki-laki kelahiran 1967 ini hanya mendapatkan pinjaman Rp 1,5 juta. Kemudian diberikan pada Sumini.

Sumini menggugurkan kandungan Ika dengan memijat perutnya. Sebelumnya Ika meminum ramuan jamu dari Sumini. Namun, setelah dipijat bayi tak langsung keluar. Butuh waktu dua hari, bayi tersebut baru keluar dari kandungan. Ika melahirkan bayi tersebut di kosnya, Jalan Kandangan, Desa Kencong, Kepung. Masih bernapas, bayi itu lalu dibekap dengan kain hingga meninggal.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia