Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Residivis Kena Tuntut 26 Bulan

14 Juni 2019, 20: 59: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

residivis dobel l

TAK KAPOK: Petugas Kejari Kabupaten Kediri mengantarkan Sumaji ke dalam ruang tahanan sementara di PN Kabupaten Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN -  Sumaji, 36, warga Desa/Kecamatan Ngancar tak lama lagi akan kembali merasakan dinginnya lantai penjara. Pasalnya, pria yang didakwa sebagai pengedar dobel L itu dituntut hukuman penjara selama 2 tahun dan 2 bulan.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh oleh jaksa penuntut umum (JPU) Tomi Marwanto di ruang persidangan Candra, siang. Tuntutan selama 26 bulan tersebut dijatuhkan Tomi bukan tanpa alasan yang jelas. Berdasarkan fakta persidangan dan bukti-bukti yang ada pihaknya pun yakin dalam menyatakan tuntutan tersebut.

Terlebih, melihat rekam jejak Sumaji dalam dunia peredaran pil koplo tersebut. “Terdakwa pernah dihukum sebelumnya dalam perkara yang sama,” tandas Tomi di muka persidangan saat membacakan surat tuntutannya kepada Sumaji, kemarin.

Pria yang didakwa mengedarkan ribuan pil koplo itu pun tak hanya diganjar hukuman penjara saja dalam tuntutan JPU. Tomi juga menghadiahi Sumaji dengan denda uang yang cukup banyak. Yakni sebesar Rp 5 juta. Apabila Sumaji tidak membayar denda tersebut, ia harus mengganti tiga bulan kurungan.

Lebih lanjut, Tomi juga menetapkan barang bukti dalam kasus yang dilakukan Sumaji tersebut. “Yakni pil dobel L sebanyak 520 butir dan handphone merek Lava dan Advan warna hitam,” ujarnya. Tomi pun menambahkan bahwa barang bukti tersebut diharapkan agar dirampas untuk dimusnahkan.

Untuk diketahui, petugas kepolisian mendapatkan informasi bahwa Sumaji mengedarkan dobel L. Kemudian petugas pun melakukan penangkapan dan penggeladahan terhadap Sumaji. Penangkapan tersebut dilakukan di jalan raya Desa/Kecamatan Wates pada Minggu (27/1) malam.

 Bahwa awalnya Sumaji telah lama mengenal Tomi Siswanto dan pada hari Minggu tanggal 27 Januari 2019, Tomi memesan pil LL kepada terdakwa seharga Rp 50 ribu.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, Sumaji sebelumnya pernah mengantar pesanan dobel L ke langganannya di Desa Manggis, Ngancar. Yakni sebanyak 20 butir dengan harga Rp 50 ribu. Namun, saat pengiriman kedua kalinya terhadap langganan yang sama, Sumaji ditangkap pihak kepolisian.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia