Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Jual Sengon Milik Orang Lain, Warga Kras Dihukum 5 Bulan Penjara

14 Juni 2019, 20: 39: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

penggelapan sengon

DIHUKUM: Rino (kanan) usai menjalani sidang di PN Kabupaten Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Rino Perdana Kusuma, 39 harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Pria asal Desa Jambean, Kecamatan Kras dihukum lima bulan penjara akibat penjual pohon sengon yang bukan miliknya.

“Perbuatan terdakwa merugikan saksi Nur Ekasinta Defi (pemilik pohon sengon, Red),” ucap Ketua Majelis Hakim Guntur Pambudi Wijaya, dalam sidang di ruang Kartika kemarin (12/6).

Kasus ini bermula ketika Rino memiliki hubungan jual-beli ratusan pohon sengon dengan Nur. Rino diketahui menjual sebanyak 350 pohon kepada Nur pada Maret 2015 silam. Saat itu usia sengon memang masih muda. Sehingga Nur tak menebangnya saat itu. Menunggu usia pohon sengon tua terlebih dulu.

Yang jadi masalah, saat usia sengon sudah layak tebang, Rino ternyata punya itikad buruk. Dia menjual lagi sengonnya kepada orang lain. Saat menjual itu dia mengaku bahwa pohon-pohon itu masih miliknya.

Tentu saja Nur tak terima. Sebab, pohon yang dijual itu masih berada di area yang telah dia beli sebelumnya. Saat melakukan transaksi dengan Rino, Nur mengaku sudah ditunjukkan batas-batas lahan pohon sengon yang dia beli. Lengkap dengan kondisi pohon sengonnya.

Saat itu, bahkan, perjanjian jual beli tersebut berlangsung di Balai Desa Jambean. Dalam surat perjanjian disebutkan bahwa Rino menjual 350 pohon sengon miliknya kepada Nur. Ratusan pohon sengon itu harganya mencapai Rp 90 juta.

Meskipun sudah melakukan transaksi, Nur belum bisa menebang pohon tersebut. Saat itu masih berusia tiga tahun. Karena rata-rata pohon sengon dipanen di usia sekitar 7 tahunan. Rencananya, Nur akan memanen pohon-pohon tersebut Maret lalu.

Nah, betapa kagetnya Nur saat tahu Rino telah menjual sebagian pohon miliknya kepada pihak ketiga. Penjualan itu sudah terjadi pada 2017.  Total, sebanyak 22 pohon yang diuangkan oleh Rino dengan menjual ke orang lain. Meskipun dari jumlah itu, si pembeli baru menebang 18 batang di antaranya.

Berdasarkan fakta-fakta yang muncul selama persidangan berlangsung, majelis hakim pun meyakini bahwa Rino telah bersalah atas perbuatannya. Meskipun, vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut sejatinya lebih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Dedi Saputra Wijaya yang menjadi JPU dalam kasus ini sebelumnya menuntut Rino dengan hukuman selama tujuh bulan penjara. Sedangkan vonis yang dijatuhkan lebih rendah dua bulan.

Majelis hakim pun memiliki pertimbangan tersendiri terhadap hal itu. “Terdakwa mengakui perbuatannya, menyesal, dan tidak akan mengulangi lagi,” papar Guntur membacakan hal yang meringankan Rino.

Meskipun berbeda dari tuntutannya, JPU Dedi mengaku menerima vonis tersebut. Demikian pula dengan Rino. Sang terdakwa ini tak mengajukan banding.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia