Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Padat, Pelajar Kampung Inggris dan Santri Dominasi Penumpang KA

14 Juni 2019, 20: 27: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

stasiun kediri

MASIH RAMAI: Para calon penumpang di Stasiun Besar Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Arus balik pada libur panjang Hari Raya Idul Fitri mulai berakhir. Meski demikian, Stasiun Besar Kediri masih dipadati penumpang. Bahkan, dalam satu hari tak kurang 4 ribu orang naik dan turun di stasiun ini.

Selain penumpang yang pergi dari stasiun, tak sedikit pula yang datang ke Kota Kediri satu pekan pasca-Lebaran. Mereka rata-rata adalah pelajar yang akan pergi ke Kampung Inggris Pare. Juga santri pondok pesantren (ponpes) baik yang ada di Kota maupun Kabupaten Kediri.

Salah satunya adalah Emilia. Warga Kota Bekasi ini datang ke Kediri untuk belajar ke Kampung Inggris. Ia memanfaatkan libur panjang kuliahnya dengan pergi ke Kediri menggunakan kereta api.

Menurutnya, pemilihan kereta api ini selain cepat juga lebih nyaman dibanding moda transportasi lain. “Sudah jauh-jauh hari merencanakan datang ke sini. Sengaja naik kereta api, murah dan nyaman,” kata Lia.

Dari data yang ada di Stasiun Besar Kediri, tercatat dalam satu pekan ini rata-rata hampir 4 ribu penumpang setiap hari. Jumlah ini masih di atas jumlah penumpang rata-rata pada hari biasa. Termasuk data pada 11 dan 12 Juni. Stasiun Besar Kediri dan Madiun menjadi lokasi naik dan turun penumpang terbanyak dibanding stasiun lain di Daerah Operasional (Daop) 7. Di Kota Kediri sendiri pada 11 Juni total ada 3.937 penumpang.

“Terdiri dari 1.900 penumpang naik dan 2.037 penumpang turun,” papar Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko.

Sementara kemarin, tercatat ada 3.479 penumpang yang naik dan turun di Stasiun Besar Kediri. Ixfan menyebut, kondisi ini jauh meningkat dibanding tahun lalu. Daop 7 pun telah mengantisipasinya dengan penambahan kereta selama Idul Fitri.

Ixfan menyebut, adanya KA tambahan yang membuat jumlah penumpang di beberapa stasiun bertambah. Baik kereta tambahan dari Daop 7 maupun daop lain. Bahkan, masih ada penambahan dengan KA Mantap Ekstra Lebaran yang  sudah terjual habis.

Karena itu, kereta tambahan yang terakhir itu diperpanjang pengoperasiannya.   Yang tadinya hanya berjalan 1 sampai 9 Juni menjadi hingga 16 Juni. Khusus untuk relasi Madiun-Pasarsenen Jakarta.

“Kemudiam untuk KA lokal program dari Pemprov Jatim dan Daop 8 terkait KA lokal gratis penataran, dhoho, dan KRD, itu berdampak meningkatnya penumpang lokal,” ujar Ixfan.

Berdasarkan keterangannya, penumpang masih tinggi hingga pekan ini. Selebihnya diprediksi akan normal kembali.

Sebelumnya, Ixfan memaparkan, terutama untuk tanggal 6 hingga 12 Juni, tiket di tanggal tersebut telah ludes sejak satu bulan yang lalu. “Hanya tersisa beberapa tiket saja untuk arus balik mulai H+2 atau tanggal 7 hingga 16 juni,” katanya.

Apalagi untuk kereta-kereta ekonomi yang tarifnya terjangkau, sudah habis terlebih dahulu. Meskipun demikian masyarakat tetap menggunakan moda kereta api dengan memilih gerbong lain. Dari data Stasiun Besar Kota Kediri KA Kahuripan yang pertama kali diserbu masyarakat. “Kahuripan menjadi KA favorit karena harganya yang cukup terjangkau,” imbuh Ixfan.

Untuk diketahui, selama mudik-balik tahun ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero telah mengantisipasi lonjakan penumpang saat hari-H lebaran. Setidaknya PT KAI menambah tiket di 50 perjalanan KA tambahan. Totalnya sebanyak 29.456 seat KA tambahan per hari. Sementara khusus Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun ada 6.896 seat tambahan dengan 10 perjalanan kereta.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia