Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Siswa Serbu Sekolah Favorit

Jalur Offline Ditutup Hari Ini

13 Juni 2019, 12: 30: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

ppdb

JADI JUJUKAN: Panitia PPDB SMAN 2 mengecek berkas siswa yang mendaftar di jalur offline, kemarin. Pendaftaran untuk jalur prestasi dan keluarga tidak mampu itu akan ditutup hari ini. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Sejumlah SMA dan SMK yang dianggap favorit di Kabupaten Nganjuk diserbu calon siswa yang mendaftar melalui jalur offline. Saking banyaknya pendaftar, sebagian dari mereka dipastikan akan tersisih dari persaingan jalur prestasi dan keluarga tidak mampu tersebut.

          Salah satu sekolah yang menjadi jujukan adalah SMAN 2 (Smada) Nganjuk. Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Smada Endang Sugiarti mengatakan, total jumlah pendaftar jalur offline di hari kedua sampai sekitar pukul 11.00 kemarin tercatat sebanyak 127 anak. Jumlah itu diprediksi masih bisa bertambah hingga penutupan pendaftaran hari ini sekitar pukul 14.00. “Pendaftarnya sudah lebih dari 100 anak,” ujar Endang ditemui di sekolahnya kemarin.

          Endang mengungkapkan, jumlah pendaftar jalur offline itu terdiri dari jalur prestasi dan perpindahan orang tua masing-masing 5 persen. Sedangkan jalur keluarga tidak mampu atau anak buruh sebesar 20 persen. “Kami belum rinci semua. Tapi sudah melebihi pagu,” lanjut guru bahasa Inggris ini.

          Dengan pagu sebanyak 360 siswa, kuota jalur prestasi dan perpindahan orang tua hanya 36 anak. Khusus untuk jalur prestasi sebanyak 18 anak. Jumlah itu masih dikategorikan lagi menjadi jalur prestasi piagam akademik/nonakademik dan nilai ujian nasional (NUN).

          Jalur piagam, kuotanya sebesar 3 persen atau 11 siswa. Sisanya, 2 persen sebanyak 7 siswa merupakan jalur NUN. Adapun jalur keluarga tidak mampu bisa menampung sampai 65 siswa.

          Karena melebihi kuota, Endang memastikan sebagian siswa akan tersisih dari jalur offline. Untuk menentukan perankingan jalur prestasi akademik/nonakademik, sekolah di Kelurahan Ploso, Nganjuk itu tidak hanya mempertimbangkan bobot nilai piagam. “Kami akan meminta siswa praktik. Terutama prestasi nonakademik,” terang Endang.

          Dia mengungkapkan, praktik tersebut untuk mengetahui kemahiran siswa di bidang lomba yang pernah diikutinya. Misalnya, siswa pernah ikut lomba menyanyi atau menari, maka mereka harus mempraktikkannya. Tes akan digelar pada Jumat besok (14/6).

          Lebih jauh Endang menjelaskan, sekolahnya memang selektif dalam penerimaan siswa baru. Karena itulah, piagam tidak serta merta menentukan siswa bisa diterima. “Kami harus melihat praktiknya langsung,” tegas perempua asal Jatirejo, Kecamatan Loceret ini.

          Selain di Smada, SMKN 1 Nganjuk juga diserbu siswa di jalur offline. Ketua PPDB SMKN 1 Nganjuk Suharjo berujar, total pendaftar sebanyak 144 siswa. Rinciannya, sebanyak 123 anak melalui jalur keluarga tidak mampu dan 21 anak jalur prestasi.

          Dengan pagu sebanyak 540 siswa, kuota keluarga tidak mampu sebanyak 108 siswa. Itu berarti ada beberapa siswa yang tersisih nanti. Sedangkan kuota jalur prestasi sebanyak 27 anak. “Nanti kami verifikasi semua berkas siswa,” tandasnya.

          Untuk diketahui, jalur offline akan ditutup hari ini. Setelah itu, panitia PPDB sekolah akan melakukan verifikasi dan validasi pada 14-15 Juni. Kemudian, pengumuman jalur offline akan disampaikan pada 17 Juni. Siswa yang tersisih di jalur tersebut bisa mendaftar ke sekolah lain melalui jalur online atau zonasi yang dimulai Senin depan (17/6).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia