Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB Kediri: Cari Lokasi Rumah Bikin Lama

12 Juni 2019, 17: 38: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

ppdb gurah

CARI RUMAH: Operator PPDB di SMPN 1 Gurah melayani pencari PIN untuk mendaftar PPDB kemarin. Penentuan lokasi rumah dengan Google Maps butuh waktu puluhan menit. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Wajar bila panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) tak bisa melayani semua pendaftar yang hendak mengambil personal identification number (PIN). Apalagi bila jumlahnya mencapai ratusan. Sebab, waktu operator PPDB banyak tersita untuk pencarian lokasi rumah. Operator butuh waktu relatif lama untuk benar-benar memastikan dan mencari lokasi rumah calon siswa dengan menggunakan aplikasi google maps.

Di SMP Negeri 1 Gurah misalnya. Satu operator butuh waktu sekitar 20 menit untuk melayani satu orang pencari PIN. “Memang dalam mencari lokasi rumah calon peserta didik baru ini yang cukup memakan waktu,” aku Kepala SMPN 1 Gurah Wiwik Suharti, saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Operator PPDB di SMPN 1 Gurah memeriksa lokasi rumah calon peserta didik menggunakan fitur satelit. Mereka memastikan jarak rumah yang bersangkutan dengan sekolah tujuan. Sebab, patokan utama seleksi dalam sistem zonasi PPDB reguler ini adalah berdasarkan jarak. Karena itu operator butuh ketepatan untuk memastikan jarak rumah ini.

Proses tersebut akan lebih memakan waktu lagi ketika rumah yang bersangkutan jauh dari jalan utama. Semakin masuk ke dalam gang maka pencarian pun akan lebih susah. Yang berimbas pada waktu yang dibutuhkan juga lebih lama. Setidaknya bila dibandingkan pencarian rumah peserta didik yang lokasinya berada di sekitar jalan utama.

Belum lagi ketika nama jalan di alamat rumah yang bersangkutan belum terdaftar dalam sistem google maps. Praktis, operator pun menggunakan perkiraan jarak dari lokasi terdekat yang tercatat dari sistem tersebut. Kemudian menambahkan perkiraan jaraknya menuju rumah yang bersangkutan.

Kenyataan seperti itu membuat panitia PPDB di sekolah tersebut tak bisa melayani seluruh pendaftar yang datang. Sebab, jumlah pendaftar mencapai ratusan. Sementara dengan mempertimbangkan kondisi di atas, maksimal yang dilayani hanya sekitar 100 peminta PIN.

Misalnya pada hari pertama pengambilan PIN. Jumlah siswa yang datang di SMPN 1 Gurah untuk mengambil nomor antrean mencapai 597 orang.  Untuk mewadahi antusiasme calon peserta didik dan wali murid tersebut, Wiwik membagi antrean untuk setiap harinya.

“Ada seratus orang yang kami layani setiap harinya di sini. Bahkan pada hari pertama, kami baru selesai sekitar pukul 14.30 WIB,” ungkap perempuan yang tinggal di Pare itu. Sedangkan pada hari kedua kemarin, pihaknya dapat melayani seratus orang pengambil PIN tak sampai pukul 13.00 WIB.

Proses dapat berjalan lebih cepat karena pihaknya hanya tinggal berfokus pada calon peserta didik yang mengambil PIN saja. Sedangkan pada hari pertama masih terbagi dengan melayani calon peserta didik yang mengambil nomor antrean.

Lebih dari itu, pihaknya juga mengerahkan delapan orang operator untuk melayani pengambil PIN tersebut. Sehingga proses dapat berlangsung lebih cepat daripada hari pertama. Selain itu, Wiwik juga melibatkan pengurus OSIS di sekolahnya untuk membantu pelaksanaan pengambilan PIN tersebut. Seperti halnya untuk menerima nomor antrean calon peserta didik baru.

“Kami mengajak anak-anak OSIS untuk dapat terjun membantu sekaligus agar mereka mendapatkan pelajaran dan membangun karakternya,” aku perempuan yang lahir pada 1967 tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan jadwal PPDB dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri pengambilan PIN sendiri dijadwalkan mulai kemarin (10/6) hingga Sabtu (15/6) depan. Praktis, ada waktu lima hari untuk mendapatkan PIN yang nantinya digunakan untuk mendaftar PPDB.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia