Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Mantan PSM Makassar Jadi Pelatih Persik Kediri

12 Juni 2019, 17: 03: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

budiarjo Thalib

Budiardjo Thalib (Instagram Persik FC Official)

Share this          

KEDIRI KOTA -  Sejak ditinggal pelatih Nassal Mustofa dua minggu silam, manajemen Persik Kediri getol mencari pengganti. Dan, akhirnya, mereka bisa mendapatkan sosok pelatih yang akan menakhodai Persik di Liga 2 musim ini. Pelatih itu adalah Budiardjo Thalib.

Masih asing? Sepertinya Persikmania dan publik bola Kediri harus lebih mengenal sosok pelatih ini. Sebab, di kancah sepak bola tanah air, nama Budiardjo Thalib tak banyak dikenal. Walaupun, dari curriculum vitae (CV) sang pelatih baru itu, dia sempat terlibat di klub-klub papan atas tanah air. Seperti PSM Makassar dan Persipura Jayapura. Hanya, di klub tersebut Budiardjo Thalib hanya sebagai asisten pelatih.

Meskipun memilih sosok yang kurang terkenal, pihak manajemen mengaku sudah mempertimbangkan dengan matang. Keputusan itu juga merupakan kesepakatan pengurus dan manajemen. Nama Budiardjo Thalib pun menyembul dari tiga kandidat yang jadi incaran manajemen selama ini.

Persik Kediri Macan Putih

Persik Kediri Macan Putih (radarkediri.id)

“Sebenarnya ada beberapa nama (kandidat pelatih). Namun dari pemilihan dan keputusan bersama, akhirnya mengerucut pada Budiardjo Thalib,” kata Benny Kurniawan, manajer Persik, saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Dari biodata yang ada, Budiardjo sempat mengawal beberapa tim besar sebagai asisten pelatih. Seperti PSM Makassar dan juga Persipura Jayapura pada Piala Indonesia 2019.

Beny menyebut, pemilihan Budiardjo diharapkan bisa memperbaiki hasil yang didapat Persik selama uji coba kemarin. “Semoga dengan kehadiran direktur teknik dan pelatih baru ini bisa meningkatkan performa Persik ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Terlebih, lanjut Beny, Budiardjo yang pernah mendampingi Persipura itu bisa mengetahui gaya permainan tim-tim asal Indonesia Timur. Apalagi nanti Persik masuk dalam satu grup bersama dua tim asal Papua. Yaitu Persewar Waropen dan PSBS Biak. Sehingga diharapkan Budiardjo bisa menilai tim-tim tersebut.

Apalagi, pelatih ini memiliki karakter yang keras. Setidaknya itu yang juga menjadi pertimbangan manajemen untuk memilih pelatih tersebut. Menurut Beny, selama ini tim Persik cenderung lebih mengedepankan gaya permainan klasik. Sementara saat ini dengan kedatangan pelatih ini diharapkan ada gebrakan baru bagi gaya permainan Persik.

“Permainan yang agak keras paling tidak bisa menambah daya dobrak untuk memenangkan pertandingan,” tegas Beny.

Sementara itu, kedatangan Budiarjo tak seorang diri. Menurut Beny, Budi akan didampingi Marwal Iskandar sebagai direktur teknik. Menurutnya Marwal dan Budiardjo merupakan satu paket di tim kepelatihan. Hal ini menjadi keunikan tersendiri dan menjadi hal yang baru bagi Persik.

“Marwal ini dulu merupakan instruktur pelatih nasional yang dipercaya PSSI untuk mendidik para pelatih. Dia sebelumnya juga pernah menangani PSPS Pekanbaru pada 2017,” terang Beny.

Ia juga menegaskan bahwa kedua pelatih yang akan datang ke Kota Kediri besok malam  ini tidak bisa dipisahkan. Mereka menginginkan paket demikian dalam melatih. Sehingga diharapkan dengan kolaborasi ini bisa menambah performa dan teknik permainan pemain Persik Kediri dalam kompetisi Liga 2 mendatang.

“Pelatih utama Budiardjo, sementara Marwal lebih ke tekniknya. Tapi mereka tetap saling melengkapi dan berkoordinasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, akhir Mei lalu keputusan berat harus diterima manajemen dan tim kepelatihan Persik Kediri. Pelatih Nassal Mustofa mengundurkan diri secara mendadak. Hal ini seiring hasil laga uji coba Macan Putih yang tidak pernah menang selama tiga kali.

Mundurnya pelatih yang sempat menukangi Persik selama dua bulan lebih itu tak lepas dari hasil kurang memuaskan sejumlah pertandingan uji coba. Termasuk saat melawan Persewar Waropen pada Rabu (19/5). Bermain di kandang sendiri, Persik justru kebobolan satu gol. Tentu saja kekalahan tersebut mengundang emosi suporter. Ribuan suporter meminta pelatih diganti. Menuntut manajemen agar mencari pelatih yang lebih mumpuni.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia