Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Prostitusi Online Kediri: Pemkot Tak Segan Tutup yang Langgar Asusila

12 Juni 2019, 16: 32: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Prostitusi Online Kediri

Prostitusi Online Kediri (radarkediri.id)

Share this          

Pemkot Kediri tak tinggal diam dengan praktik pelacuran online yang memanfaatkan hotel dan kos di kotanya. Upaya cegah tangkal pun dilakukan.

Merebaknya kamar kos short time atau sewa per jam yang disalahgunakan untuk tempat esek-esek bikin resah masyarakat. Termasuk tempat penginapan atau hotel yang melanggar norma susila. Hal tersebut menjadi perhatian serius Satpol PP Kota Kediri.

          Mengantisipasi bisnis prostitusi online berlangsung di situ, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban (Tramtibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menegaskan, pihaknya menggencarkan razia yustisi, baik di kos maupun penginapan. “Itu untuk mengantisipasi adanya praktik prostitusi online,” terangnya.

Selain itu, Khamid mengatakan, juga akan memperketat pengawasan dan regulasi izin usahanya. “Kami mengimbau seluruh pemilik kos di Kota Kediri bisa menghormati regulasi yang ada,” tandasnya.

Ke depan, lanjut Khamid, pihaknya tidak menoleransi segala bentuk praktik prostitusi. Termasuk dengan modus tawaran kencan di dunia maya. Yang kemudian hubungan intimnya digeber di kamar kos maupun hotel. Praktik asusila itu tentu melanggar peraturan daerah (perda) di Kota Kediri.

Karena itu, Khamid menyatakan, tidak segan memberi sanksi. Mulai teguran, peringatan, hingga segel dan cabut izin usaha. “Kalau ditemukan bukti pelanggaran tindak asusila akan kami tindak sesuai aturan. Kami bisa tutup tempat usahanya,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mutakalim. Ia berharap, seluruh stakeholder bersinergi dalam menekan angka praktik prostitusi di Kota Tahu.

“Kami berharap semua stakeholder berkomitmen mewujudkan Kota Kediri menjadi Kota Layak Anak,” tuturnya.

Mutakalim mengungkapkan, pihaknya memfasilitasi para pelaku prostitusi online yang berusaha untuk lepas dari jerat kehidupan haram tersebut. “Jika karena ekonomi, kami fasilitasi mereka dengan pelatihan UMKM,” ungkapnya.

Terpisah, soal bisnis esek-esek ini juga mendapatkan atensi khusus dari kalangan dewan kota. Firdaus, anggota DPRD Kota Kediri terpilih yang dahulu menjabat ketua fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, akan mengevaluasi permasalahan sosial di Kota Tahu.

Menurutnya, kasus prostitusi online juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Maka mereka harus ikut andil menekan peredarannya. “Ini pekerjaan rumah kami untuk lima tahun mendatang, dan kami berharap masyarakat ikut andil dalam menciptakan Kota Kediri yang kondusif,” kata perempuan yang karib disapa Mbak Edo ini.

Pada prinsipnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder termasuk satpol PP bagaimana komitmennya dalam menegakkan perda yang ada pasca penutupan lokalisasi semampir,” ungkap kepada Jawa Pos Radar Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia