Selasa, 12 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Puluhan ASN Kediri Tak Masuk Kerja

Ada Yang Cuti, Sakit, atau Tugas Luar

11 Juni 2019, 22: 14: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

asn tak masuk kerja

SIAPA ABSEN?: Tim Inspektorat mengecek satu per satu daftar hadir ASN di BPKAD Kabupaten Kediri, kemarin siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Tidak seluruh aparatur sipil negara (ASN) masuk pada hari pertama kerja usai cuti Lebaran kemarin. Beberapa ASN diketahui tak hadir dengan beberapa alasan berbeda. Jumlahnya pun mencapai puluhan orang, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri. Hanya, tak ada dari ASN ini yang mendapatkan sanksi.

Di Pemkab Kediri, tercatat enam ASN tak hadir di tempat tugasnya kemarin. Untungnya, mereka yang absen itu melampirkan alasan yang bisa diterima. Yaitu karena cuti tahunan, sakit, dan karena tugas.

“Memang sudah seharusnya tidak ada yang tidak masuk tanpa adanya keterangan yang jelas. Mengingat kewajiban, apalagi fasilitas yang telah didapatkan,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Kediri Nono Soekardi saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di ruangannya, kemarin.

Kemarin Inspektorat memang melakukan sidak. Salah satu SKPD yang disasar adalah badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD). Sidak berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Saat sidak tim inspektorat meminta kepala BPKAD Wirawan mengumpulkan stafnya di lobi kantor.

Setelah semua staf di BPKAD berkumpul di lobi, Nono kemudian mengecek satu per satu nama ASN yang terdapat pada berkas daftar hadir. Setiap nama yang dipanggil kemudian mengacungkan tangannya.

Setelah dilakukan kroscek daftar hadir tersebut, tim sidak menemukan ada satu ASN yang tidak masuk kerja. Saat dikonfirmasi kepada Wirawan, ASN yang bersangkutan sedang mengambil cuti tahunan.

Terkait ASN yang mengambil jatah cuti tahunannya, ternyata tidak hanya ditemukan di BPKAD saja. “Ada dua ASN dari SKPD lainnya yang juga mengambil jatah cuti tahunan,” terang Nono.

Selain karena cuti tahunan, Nono juga menemukan ASN yang tak masuk karena alasan lain. Dua orang tak masuk karena sakit. Yakni pegawai Kecamatan Tarokan dan dinas perikanan.

Tak hanya itu, ada seorang ASN dari dinas komunikasi dan informatika yang juga tidak ada di tempat saat sidak. Namun, ASN ini tak ada karena sedang melaksanakan urusan tugas dinas.

Total, 14 SKPD yang disasar oleh tim yang dibentuk oleh pihak Inspektorat itu. Rinciannya, sembilan dinas dan lima kecamatan. Tempat-tempa titu menjadi sampling oleh tim sidak. Mereka rata-rata adalah SKPD yang belum menjadi sasaran sidak pada tahun sebelumnya.

Nono menegaskan, sanksi hanya diberikan kepada ASN yang tidak masuk tanpa keterangan alias membolos. “Karena mereka memiliki keterangan yang jelas, maka tidak akan ada sanksi yang diberikan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, laporan kehadiran ASN itu langsung dikirimkan kepada Kemenpan-RB melalui Badan Kepegawaian Daerah. Sehingga, ketika ada ASN yang nekat membolos, namanya akan mendapatkan catatan negatif di sana.

Sementara itu, di Kota Kediri jumlah PNS yang tidak masuk kerja di hari pertama setelah libur Lebaran mencapai 35 orang. Dari jumlah tersebut semuanya menyertakan surat izin dan cuti karena sakit. Rinciannya, 30 orang cuti sakit dan 5 orang izin karena sakit. “Kalau cuti sakit berarti izin lebih dari 2 hari dengan surat keterangan dokter,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri Un Achmad Nurdin. Sedangkan untuk izin sakit hanya berlaku satu hari saja. Itu pun juga dengan surat keterangan dokter.

Dari 4.021 PNS di Pemkot Kediri, ada belasan yang datang terlambat. “Totalnya ada 12 orang. Mereka datang lebih dari jam 07.30 WIB,” jelasnya.

Sebelumnya, Kabag Humas Apip Permana menyampaikan bahwa cuti bersama Lebaran hanya berlangsung tiga hari. Yaitu pada 3,4, dan 7 Juni. Itu berdasar Keppres nomor 13 Tahun 2019. Juga berdasar keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 617 tahun 2018, nomor 262 tahun 2018, dan nomor 16 tahun 2018 tentang hari libur nasional  dan cuti bersama 2019.

Karena itu, selain tanggal yang ditetapkan, PNS tidak boleh mengambil cuti tambahan. Kecuali dengan alasan kuat dan penting. “Seperti keperluan berobat karena sakit, ada saudara atau keluarga yang sakit atau meninggal. Atau boleh cuti apabila ada saudara yang menikah,” jelasnya.

Sementara, saat gelar apel di Balai Kota kemarin pagi, Wali Kota Abdullah Abu Bakar mengatakan bahwa  perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah di Kota Kediri lancar dan kondusif. “Meski ada sedikit kemacetan,” ujarnya.

Wali Kota Abu berpesan agar saling mengingatkan untuk segera bekerja setelah libur dan cuti. “Pagi tadi (kemarin, Red) saya baca twitter Menpan akan mengadakan pengecekan melalui sistem online-nya. Saya harap rekan-rekan semua yang ada di pemda saling mengingatkan kawan-kawannya untuk segera on dalam bekerja. Sehingga semua berjalan seperti biasanya untuk melayani,” pesannya.

Lelaki yang juga karib dengan sapaan Mas Abu ini menekankan agar OPD pelayanan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Menggunakan perasaan saat melayani. Termasuk membangun etika kerja yang baik. “Banyak laporan yang ditujukan kepada saya bahwa pelayanannya sudah bagus tetapi kadang-kadang masih ada yang makan di depan customer. Juga cekcok di depan customer gara-gara suatu hal,” tambahnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia