Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Adu Kambing, Bonaparte Tumbang

11 Juni 2019, 22: 10: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan pagu kayenkidul

BARANG BUKTI: Dua motor diamankan polisi. (Polsek Pagu for radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Jalan Raya Desa Baye, di Kecamatan Kayenkidul jadi lokasi ‘adu kambing’ dua pengendara motor. Akibatnya seorang pengendara harus dilarikan ke rumah sakit. Sang pengendara itu menderita cedera di pergelangan tangan.

Insiden kecelakaan itu terjadi Minggu (9/6) malam. Melibatkan dua pengendara motor. Yaitu Bonaparte Andi Satriya, 34. Motor warga Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang itu berbenturan dengan motor Rofiq Pangestu, 21.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu Bonaparte berjalan dari arah Bangsongan ke arah Plosorejo. Mengendarai sepeda motor Honda CBR bernopol A 2179 dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di simpang empat di jalan raya Desa Baye, dari arah berlawanan muncul Rofiq. Mengendarai motor Honda Megapro bernopol S 2776 VH, Rofiq juga melaju dengan kencang. Padahal di jalur itu penerangannya tak maksimal. Hanya disoroti lampu jalan yang tidak begitu terang. Karena itulah dua pengendara itu tak mampu melihat lebih awal adanya motor dari arah depan. Braakkk!!! Tabrakan pun tak terelakkan. Dua motor itu saling tabrak dari arah berlawanan. Yang dikenal dengan istilah adu kambing.

“Selain kurang penerangan, jalan juga tidak terlalu lebar,” ujar Kasi Humas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo.

Meski tidak menyebabkan korban jiwa, benturan keras itu tetap membuat Bonaparte terjatuh dari motornya. Laki-laki yang merupakan karyawan perusahaan swasta tersebut mengalami luka pada pergelangan tangan. Bonaparte yang terluka segera dilarikan ke RS Aura Syifa Ngasem untuk menjalani perawatan.

“Dalam kejadian ini hanya Bonaparte yang mengalami luka, sementara Rofiq tidak mengalami luka sama sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, benturan keras yang terjadi juga membuat dua sepeda motor rusak. Meski begitu tidak sampai mengalami kerusakan yang parah. Bila diestimasi, kerugian hanya sekitar Rp 1 juta. Dua unit kendaraan yang ringsek itu langsung dibawa ke mapolsek sebegai barang bukti.

Dari keterangan warga sekitar, kecelakaan tersebut disebabkan karena human error. “Dari keterangan saksi, keduanya memang melajukan sepeda motor dengan kecepatan tinggi,” tutur Erwan.

Erwan menjelaskan, karena keduanya sama-sama dengan posisi melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak memperhatikan situasi lalu lintas. Polisi mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara. Apalagi, selama Lebaran seperti ini ketika jumlah kendaraan di jalan raya akan meningkat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia