Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Events
Langkah Pasti Anak Negeri

Sangu Lebaran untuk Berbagi Sepatu Baru

Ortunya Reuni, Anaknya Ikut Peduli

10 Juni 2019, 15: 45: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

donasi sepatu sman 1 kediri alumni

TAK MAU KALAH: Alumnus Smas’t 1994 bersama sebagian anak mereka dengan donasi sepatunya di halaman SMAN 1 Kediri kemarin sore. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Kepedulian alumni SMAN 1 (Smas’t) Kediri angkatan 1994 untuk membantu siswa tak mampu, ternyata, menular kepada anak-anak mereka. Kemarin, mereka ikut menyerahkan bantuan sepatu dalam program ‘Langkah Pasti Anak Negeri, Donasi Sepatu untuk Siswa Tak Mampu’ yang digagas Jawa Pos Radar Kediri.

Bantuan diserahkan setelah orang tua mereka menggelar reuni perak 25 tahun, Jumat (7/6) lalu. “Ini untuk teman-teman di Kediri. Kita beli dari uang saku Lebaran,” ujar Zafina, putri Asep Dwi Alko, alumnus Smas’t 1994 yang kini tinggal di Jakarta.

Bersama kakaknya, Zidan, kemarin Zafina mengajak saudara-saudaranya yang lain, Ellena dan Sultan, untuk ikut memberikan bantuan. “Agar teman-teman di Kediri bisa belajar lebih tenang,” lanjut bocah kelas dua SD tersebut.

Hal serupa disampaikan Retta dan Lintang, putri Andik Wirastanto, yang kini tinggal di Banyuwangi. Keduanya mengaku ingin ikut berpartisipasi karena mengetahui orang tua dan teman-temannya semasa sekolah juga peduli terhadap program ini. “Anak-anak nggak boleh kalah dong sama orang tuanya,” kata Lintang yang kini juga duduk di bangku SMA.

Seperti diberitakan, alumni Smas’t 1994 mendahului reuni perak mereka tahun ini dengan memberikan donasi dalam program Langkah Pasti Anak Negeri yang digagas koran ini. Donasi awal itulah yang kemudian memantik kepedulian alumnus yang lain dan anak-anak mereka. “Banyak teman-teman lain yang tertarik untuk ikut serta. Begitu pula anak-anak mereka,” ungkap Tutut Wusana Rahayu, ketua panitia Reuni Perak Smas’t 1994.

Reuni yang digelar di aula sekolah itu, Jumat lalu (7/6), berjalan meriah. Ratusan alumnus datang. Tak hanya kangen-kangenan, mereka membuktikan bahwa angkatannya punya kepedulian tinggi. Khususnya terhadap dunia pendidikan di Kediri.

Selama dua hari setelah reuni, mereka kembali berdonasi. Hingga, terkumpul total Rp 2,2 juta dan sebelas pasang sepatu. Tak semua baru. Sebagian merupakan sepatu pantas pakai. “Jadi, dengan yang sudah kami serahkan sebelum reuni, total terkumpul Rp 3,2 juta,” terang Tutut.

Bantuan itu, kemarin sore, diserahkan secara simbolik di halaman sekolah yang bangunannya berdiri sejak zaman kolonial Belanda tersebut. “Setidaknya, ini membuktikan bahwa sekolah ini dan alumninya senantiasa peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan. Khususnya di wilayah ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini tim Jawa Pos Radar Kediri sudah mendata siswa usia SD/MI di wilayah Kediri dan Nganjuk yang sepatunya sudah tidak layak pakai. Mereka berasal dari kalangan bawah yang orang tuanya tidak mampu membelikan sepatu baru. Bocah-bocah itu tinggal di daerah pinggiran. Sebagian juga wilayah pegunungan.

Antuji H. Masroh, ketua panitia program Langkah Pasti Anak Negeri Jawa Pos Radar Kediri, mengungkapkan, banyak siswa yang untuk membeli sepatu pun orang tuanya tidak mampu. Mereka inilah yang perlu mendapat sentuhan. “Kita ingin, langkah anak-anak itu semakin pasti dalam menuju masa depan mereka. Sebab, tidak mungkin semua bisa ditangani sendiri oleh pemerintah,” tandasnya.

Rencananya, bantuan sepatu tersebut akan diserahkan pada awal tahun ajaran baru. Beriringan dengan peringatan ulang tahun ke-20 Jawa Pos Radar Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia