Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Magnet Air Mancur Menari di Pare

10 Juni 2019, 14: 41: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

taman kilisuci pare

DAYA TARIK: Air mancur di Taman Kilisuci Pare. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Fungsi ruang terbuka hijau (RTH) kini semakin bertambah. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan ruangan lapang bagi warga Kabupaten Kediri saja. Tapi sekaligus bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat.

Kondisi seperti itu yang terlihat dari pembangunan RTH oleh Pemkab Kediri dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa taman kota itu berkembang menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat. Apalagi, untuk mengunjunginya warga tak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

Salah satunya seperti di Taman Kilisuci Pare. Taman yang berada di jalan PK Bangsa tersebut saat ini banyak dikunjungi warga Pare dan sekitarnya. Mulai dari remaja hingga mereka yang telah berkeluarga. Tujuannya untuk menikmati indahnya taman tersebut. Salah satu yang menjadi magnet pengunjung adalah air mancur menari.

Di malam hari, air mancur menari itu semakin menarik. Karena ditambahi dengan  kilauan lampu-lampu berbagai warna. Yang  akan disuguhkan seirama dengan semburan air.

“Kami mengikuti perkembangan dan dinamika yang ada di lapangan. Kami melihat bahwa air mancur menari dengan hiasan lampu merupakan ide yang menarik. Akhirnya kami pun menerapkannya di sana (Taman Kilisuci Pare, Red),” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Putut Agung Subekti saat wawancara melalui sambungan telepon dengan Jawa Pos Radar Kediri.

Putut mengaku, instansinya melihat perkembangan masyarakat yang sangat dinamis. Karena itu mereka juga menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Meskipun, tahun ini belum ada rencana penambahan atau peningkatan taman di sana. Sementara ini di Taman Kilisuci Pare hanya akan berlangsung perawatan. Seperti contohnya melakukan perawatan terhadap pepohonan yang terlalu lebat daunnya.

Kekuatan Taman Kilisuci Pare sejatinya tidak hanya dihasilkan dari air mancur yang bisa menari itu saja. Melainkan juga kesejukan dan keindahan taman. Kombinasi seperti itu membuat minat warga untuk mengunjungi taman sangat tinggi. “Kami memang menawarkan konsep untuk keluarga. Sehingga semuanya bisa nyaman berada di sana,” imbuh Putut.

Wahana air mancur menari sendiri tidak hanya ada di Taman Kilisuci Pare. Fasilitas serupa juga disediakan di Taman Hutan Kota Pare. Hanya saja, taman tersebut belum begitu banyak diminati pengunjung. Meskipun beberapa fasilitas dan wahana baru telah diberikan.

Menurut analisa Putut, hal itu hanyalah masalah waktu belaka. Ia yakin nantinya Taman Hutan Kota Pare juga akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu luangnya.

“Nanti kami akan tambah dengan lampu dekoratif di tepian pagar taman tersebut. Kelilingnya nanti akan kami mainkan dengan lampu-lampu dekoratif agar menarik minat pengunjung,” paparnya.

Tak hanya peningkatan dan perawatan taman yang sudah ada saja. Pihaknya juga mengakui bahwa tahun ini akan melakukan penambahan dua RTH baru. Yaitu taman di area eks-Korcam Papar dan arca Totok Kerot, Pagu.

Kedua taman itu pun rencananya akan dibangun di pertengahan tahun ini. Targetnya bahwa kedua taman tersebut dapat dirampungkan setidaknya pada akhir tahun ini.

Khusus untuk taman di arca Totok Kerot, pihaknya menerangkan bahwa hal itu dilakukan untuk mendukung area wisata Simpang Lima Gumul (SLG). Pasalnya lokasi keduanya tidak terlalu jauh letaknya. Keberadaan taman tersebut diharapkan dapat menjadi wisata penyangga kawasan SLG.

Lebih lanjut, Putut menegaskan bahwa taman yang ada di Kabupaten Kediri memang dipersiapkan untuk dapat menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi masyarakat. Pihaknya pun menambahkan bahwa tidak akan ada pungutan tiket masuk atau karcis ketika berada di taman-taman yang ada di Kabupaten Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia