Rabu, 24 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Prostitusi Online Kediri: Gaet lewat FB, Transaksi di WA

10 Juni 2019, 14: 12: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Prostitusi Online Kediri

Prostitusi Online Kediri (radarkediri.id)

Share this          

 Praktik pelacuran melalui media online merambah di Kota Tahu. Para penjaja seks itu menawarkan layanan esek-esek lewat jejaring sosial facebook (FB). Seperti apa?

Meski eks lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) di Semampir, Kota Kediri telah ditutup total, praktik pelacuran belum benar-benar sirna. Bisnis ‘cinta satu malam’ itu rupanya masih menggeliat.

Hanya saja, kini para pengguna jasanya tak lagi ‘bertamu’ di kompleks lokalisasi. Namun, para pria hidung belang itu berburu di media maya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, modus PSK atau penyedia jasanya menawarkan diri lewat media sosial (medsos) facebook.

Sumber koran ini mengungkap, mereka mengomersialkan dirinya dalam grup FB. Grup itu mencatut nama Kediri. Status grupnya tertutup. Sehingga tidak semua pengguna medsos bisa langsung masuk menjadi member atau anggota. “Kalau ingin masuk dan menjadi anggota grup harus menunggu konfirmasi dulu dari admin (pengelola grup),” ujarnya.

Tampaknya, pengelola grup tersebut akan memeriksa dahulu profil yang bersangkutan. Bila dianggap aman, maka bisa saja mendapat persetujuan dan jadi anggota. “Tetapi jika tidak ya tidak bisa masuk (grup), teman saya sudah berkali-kali mencoba (masuk) tetap belum bisa,” papar sumber ini.

Setelah seseorang terkonfirmasi jadi member, maka dia dapat mencari penawaran. Penjaja seks online di FB itu biasanya menawarkan diri dengan kode BO. Itu artinya booking atau bisa dipesan. Dengan kode tersebut, mereka yang berminat dapat menjalin komunikasi lebih intensif.

“Hanya saja untuk transaksi termasuk tarif tidak diungkapkan di FB. Bila ada yang menanyakan soal harga, pelayan jasa seksual ini menanggapinya dengan japri (melalui jaringan pribadi). Biasanya sih dijawab inbox aja,” bebernya.

Kemudian, para peminat yang tertarik ini dapat bertransaksi lebih jauh melalui jejaring WhatsApp (WA). Selain soal tarif, di medsos itu sekaligus dibicarakan soal tempat berkencan. Lokasinya disepakati sesuai tarif.

Menanggapi masalah ini, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengedalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Mutakalim mengatakan, praktik prostitusi online tersebut mencoreng nama daerah. Apalagi, tahun ini Kota Kediri menargetkan dari Kota Layak Anak dari kategori Madya ke Nindya. “Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi satgas PPA,” tegasnya.

Tawaran Kencan di Dunia Maya

-         Penyedia dan pengguna jasa memanfaatkan jejaring internet

-         Beroperasi melalui grup medsos FB tertutup

-         Penyedia jasa menawarkan diri melalui grup FB

-         Penjaja seks online memakai kode BO

-         Pengguna jasa baru dapat transaksi lewat WA

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia