Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Kolom

Berkah Bersama

09 Juni 2019, 21: 04: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Moch. Didin Saputro

Oleh : Moch. Didin Saputro (radarkediri.id)

Share this          

Lebaran, hari istimewa yang ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia. Terlebih di Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama ini. Menjadi hari sebagai ajang silaturahmi. Juga hari untuk saling berbagi. Selama ini Lebaran juga disebut hari kemenangan. Puncak keberhasilan menjalankan kebaikan selama Ramadan.

Yang mungkin menjadi perhatian, Lebaran ternyata juga menjadi keberkahan semua kalangan. Bukan hanya Muslim saja, pemeluk kepercayaan lain pun juga memetik berkah dari hari raya ini. Berkah dari usaha mereka berjualan jajanan, pakaian atau bahkan usaha biro perjalanan.

Berkah itu tidak hanya di kota saja, saya lihat di pedesaan pun juga mengalami hal yang sama. Namun perbedaannya adalah pada keindahan keberkahan yang tercermin. Di pedesaan lebih terasa. Lebih terlihat keharmonisannya. Apalagi di desa-desa majemuk yang penduduknya terdiri atas berbagai macam agama. Pun saat Ramadan, di pedesaan toleransi antarumat beragama sangatlah tinggi.

Mereka tidak memandang apa agama yang dianut. Mereka tidak peduli siapa yang menjadi panutannya. Yang jelas mereka butuh kedamaian, hidup dalam kerukunan di tengah perbedaan. Saling gotong royong dan membantu satu dengan yang lainnya menjadi hal yang utama. Tidak saling mengolok-olok, juga tidak ada yang memprovokasi.

Bahkan mereka saling berbagi kebaikan, berbagi keberkahan. Tidak lagi mempermasalahkan dari siapa. Dari mana asalnya. Di Kabupaten Kediri misalnya, sejumlah desa yang penduduknya majemuk telah memiliki tradisi seperti ini. Mereka yang hidup berdampingan tidak lagi mempermasalahkan urusan agama.

Itu bisa dilihat di Desa Besowo, Kepung. Lintas agama pun turut melakukan pembagian takjil di jalanan desa. Ada juga yang turut mengamankan padatnya kegiatan umat muslim selama Ramadan. Bahkan saat hari-H Lebaran, mereka juga ikut bersilaturahmi. Berkeliling ke tetangga yang berbeda keyakinan.

Itulah keindahan kebersamaan dalam keberagaman sesungguhnya. Berkah Ramadan hingga lebaran bisa dinikmati bersama. Tanpa memandang dari mana, siapa dan apa agama mereka.

Semua itu berbanding terbalik dengan suasana jika mereka saling berseteru. Bahkan hanya permasalahan yang belum dipastikan kebenarannya. Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah itu pun berubah  menjadi bulan yang penuh darah.

Inilah kesempatan yang tepat untuk saling memaafkan. Kesempatan untuk memupuk tali silaturahmi. Bersama-sama mencari keberkahan di hari nan Fitri ini. (penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia