Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Setiap Hari Empat Ribu Penumpang

Stasiun Kereta Api Kediri Mulai Padat

03 Juni 2019, 10: 59: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

stasiun padat

RAMAI: Penumpang kereta api bersiap menaiki gerbong KA Malioboro Ekspres jurusan Jogjakarta di Stasiun Kota Kediri kemarin. Kemarin, kepadatan penumpan kereta api semakin tinggi. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Kereta api masih menjadi moda transportasi arus mudik dan balik favorit saat Lebaran. Terutama mendekati hari H seperti saat ini. Itu terbukti dari peningkatan pemudik saat H-3 Lebaran yang terjadi di Stasiun Besar Kediri kemarin. Hampir 4 ribu  penumpang naik dan turun di stasiun ini setiap hari.

Dari pengamatan koran ini, setidaknya suasana keramaian stasiun tampak sejak pagi hari. Banyak calon penumpang yang menunggu kereta datang. Ada juga yang sedang menunggu saudara datang dari luar kota. Kebanyakan penumpang yang mendominasi adalah dari daerah Ibu Kota dan Jawa Barat.

Nuraini misalnya. Warga asal Gurah, Kabupaten Kediri ini baru saja tiba di Stasiun Kota Kediri pukul 10.30 WIB. Ia merupakan mahasiswa yang kuliah di Jakarta. Menurutnya, suasana H-3 di beberapa stasiun yang ia lewati memang sangat padat. Tak terkecuali di Kota Kediri.

“Memang banyak teman-teman mahasiswa di Jakarta memilih pulang hari ini (kemarin, Red). Karena dulu dapet tiketnya hari ini (kemarin, Red),” ujarnya.

Aini menyebut sebenarnya mencari tiket H-7 sebelum Lebaran. Namun karena tujuan Kediri sudah ludes, ia terpaksa membeli tiket yang mepet dengan hari Lebaran.

Ketika ditanya kenapa tidak memilih naik bus, ia menyebut kenyamanan dan keamananlah yang menjadi prioritasnya. “Lebih nyaman naik kereta, juga aman. Naik bus tarifnya mahal kalau Lebaran,” akunya.

Sementara itu, dari laporan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daop 7 Madiun, setidaknya dalam satu pekan ini penumpang di Stasiun Besar Kediri mengalami kenaikan. Baik penumpang yang naik maupun turun.

“Puncaknya dua hari terakhir. Ditotal hampir 4 ribu penumpang yang naik dan turun di Stasiun Kediri,” kata Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko.

Pada 1 Juni misalnya. Saat itu tercatat ada 1.810 penumpang yang naik dari Stasiun Kediri. Sementara penumpang yang turun mencapai 1.953.

Meningkatnya jumlah penumpang tersebut menurut Ixfan karena minat masyarakat akan moda transportasi kereta api sangat tinggi. Terutama pada masa angkutan Lebaran 2019. Hal tersebut terbukti dengan habisnya tiket sejumlah KA favorit.  Seperti kereta Kahuripan, Brantas, Singosari, dan juga Brantas Tambahan. Rata-rata semua keberangkatan ke Jakarta. Bahkan untuk arus balik nanti, tiketnya hanya menyisakan beberapa keberangkatan saja. Yakni untuk Gajayana dan Gajayana tambahan. Itu pun tersisa puluhan tiket saja.

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama arus mudik dan balik, Ixfan mengimbau agar penumpang harus mematuhi peraturan yang berlaku. Seperti tidak diperbolehkan membawa semua jenis hewan dan barang yang telah dilarang dalam aturan perjalanan. Termasuk tidak membawa barang berlebihan. Hal ini karena akan dikenakan tambahan bea jika melebihi ketentuan yang berlaku. “Juga jangan menggunakan perhiasan yang mecolok untuk keamanan diri sendiri,” tegasnya.

Terakhir, bagi calon penumpang yang hendak bepergian selama Lebaran dan ingin memesan tiket dadakan, Ixfan menyampaikan agar masyarakat membeli tiket di jaringan resmi KAI. Atau mitra resmi yang telah bekerja sama dengan KAI. “Tujuannya untuk menghindari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia