Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon-featured
Features
Wawancara Ramadan Radar Kediri

Gus Ab: Hidup Harmonis saat Ramadan

02 Juni 2019, 16: 15: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

Gus Ab Kediri

HARMONI: Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil atau biasa disapa Gus Ab. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Ramadan tahun ini banyak diwarnai hal-hal khusus. Bertepatan menghangatnya situasi politik usai  pemilu serentak. Berikut wawancara dengan Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil, atau biasa disapa Gus Ab, tentang makna Ramadan kali ini.

Bagaimana Anda melihat situasi di Kediri terkait perkembangan politik tanah air yang fluktuatif?

Alhamdulillah Kota Kediri aman. Kita di sini tidak ada indikasi-indikasi untuk ikut gerakan ke aksi kemarin. Kalaupun ada hanya satu dua orang saja. Dan itu saya kira tidak terlalu berpengaruh.

Apa yang dilakukan organisasi keagamaan seperti NU di Kediri untuk mendinginkan suasana?

Kami selalu memberi masukan agar masyarakat bisa tetap menjaga kerukunan, kebersamaan, persatuan, walaupun toh beda pilihan. Termasuk tidak terpengaruh provokasi dan informasi hoaks. Tidak perlu juga terprovokasi dengan perilaku anarkis.

Khusus terkait Ramadan di Kediri, bagaimana pandangan Gus Ab?

Di Kota Kediri semakin menunjukkan perkembangan. Dulu di Kota Kediri saat Ramadan pernah tempat-tempat hiburan seperti karaoke masih buka. Namun jamnya dibatasi. Tapi sudah  tiga tahun ini tempat-tempat hiburan seperti panti pijat dan karaoke tutup.

Bagaimana tingkat toleransi di Kota Kediri?

Toleransi di Kota Kediri sangat tinggi. Dan itu membuat suasana sangat kondusif. Muslim yang menunaikan ibadah juga bisa tenang.

Apalagi yang membuat suasana semakin kondusif?

Umat muslim pun juga memberikan toleransi tinggi. Termasuk soal pembatasan pengeras suara yang diatur oleh wali kota. Bisa kita lihat di Kota Kediri yang bagi-bagi takjil bukan hanya umat muslim saja. Hal ini menjadikan suasana bagus dan indah. Bisa berbagi bersama dan mendapat keberkahan bersama.

 

Apa yang Gus Ab lihat dari imbas kondusifnya suasana Ramadan di Kediri ini?

Ramadan kemudian menjadi berkah bagi semua. Misal pedagang makanan. Banyak rumah makan yang penuh saat waktu berbuka. Banyak juga pesanan katering bagi penjual makanan. Itu sungguh luar biasa, berkah Ramadan ini bagi mereka. Berkah itu tidak memandang muslim atau non-muslim. Semuanya mendapat berkah. Membuat suasana Ramadan di Kediri semakin istimewa.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia