Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Setiap Ramadan, Warga Kandangan Bikin Acara Sahur Bareng (2/Habis)

Jamaah Salat Subuh Pun Kian Banyak

02 Juni 2019, 16: 06: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

sahur bareng kandangan

RACIK BUMBU: Suwarti (kanan) meramu bumbu jelang memasak makanan yang akan digunakan untuk acara sahur bersama di Masjid Baitul Gufron. (Puspitorini Dian - radarkediri.id)

Share this          

Sahur di RW 05 Desa/Kecamatan Kandangan memang ditunggu-tunggu warga selama Ramadan. Yang menarik, warga tak perlu membayar sepeser pun. Tak hanya berlaku untuk warga setempat. Siapapun boleh mampir.

Adi masih berusia delapan tahun. Begitu seruan dari Masjid Baitul Gufron untuk sahur, dia pun bergegas bangun. Padahal, waktu masih menunjukkan pukul 02.15. Menahan kantuk, bersama orang tuanya, dia pun berjalan menuju masjid.

Begitu sampai di pelataran masjid, sudah banyak orang yang antre mengambil makanan. Adi pun bergabung masuk ke barisan. Dia mengambil nasi dan lauk telur ceplok. Setelah itu, dia mengambil segelas teh hangat. Puas dengan makanan yang diambilnya, dia pun menuju teras masjid dan mulai menyantap.

“Seneng kumpul, sahur bareng-bareng,” ucap siswa kelas 2 SD itu seraya tersenyum.

Saat disinggung apakah akan puasa full hari itu, Adi kembali tersenyum malu-malu. Memang, Adi bukan satu-satunya anak-anak yang datang ke lokasi sahur. Ada beberapa teman seumurannya yang juga memanfaatkan sahur bersama ini.

Diakui Anas Effendi, takmir Masjid Baitul Gufron, sahur bersama yang digelar selama Ramadan itu memang dibuat untuk warga. “Tidak membatasi usia atau siapa, yang mau ikut silakan,” ucapnya Anas. Ini tak lain, menjadi sarana bagi masyarakat agar bisa lebih rukun.

Sebenarnya, acara sahur bersama yang sudah digelar dua tahun ini muncul dari ibu-ibu pengajian. Saat usul itu muncul, alasan pertama agar ibu-ibu tidak repot menyiapkan menu sahur. Alasan lainnya, biar bisa berkumpul sebelum menjalankan ibadah puasa.

“Setelah sahur, harapannya bisa dilanjutkan salat subuh berjamaah,” terangnya. Alhasil, dibanding tahun-tahun sebelumnya tanpa acara sahur bersama, jumlah jamaah yang salat subuh di masjid juga mengalami peningkatan. “Jadi lebih banyak,” imbuhnya.

Yang menarik, meski digelar di halaman masjid dan mendapat dukungan penuh dari takmir, kegiatan ini sama sekali tak menyedot kas masjid. “Saya bendahara, saya pastikan tak ada dana masjid yang diambil,” jelasnya.

Jika tak mengambil kas masjid, apakah warga ditarik iuran? Ida, salah satu warga memastikan tak ada tarikan. Perempuan yang juga anggota pengajian ibu-ibu Desa Kandangan ini mengakui kalau donaturlah yang berperan banyak mendanai kegiatan. “Begitu usulan ada sahur bersama ini, langsung didukung penuh,” terangnya.

Khususnya untuk beras dan gula, sudah ada donatur yang menyediakan selama sebulan penuh. Lainnya, beberapa warga memberikan bantuan berupa uang. Seluruh dana inilah yang dikelola untuk kebutuhan sahur sebulan.

Apakah pernah sampai kekurangan? Mujiati yang bertugas sebagai bendahara menggelengkan kepala. “Tahun lalu, justru sampai sisa-sisa bahannya,” ucapnya.

Kalaupun kekurangan, warga tak khawatir. Karena selalu saja ada donatur yang juga warga desa yang siap memberikan bantuan.

Memang, keberadaan dari sahur bareng ini tidak saja membantu ibu-ibu agar tidak kerepotan memasak. Tetapi juga bagi warga yang tidak mampu bisa ikut terbantu dan menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Karena itu, panitia sahur tidak pernah membatasi warga yang ingin ikut sahur bareng. Bahkan, warga yang sedang lewat dan ingin bergabung sahur bersama pun tak dilarang. “Bebas, silakan,” tutur Anas.

Yang menarik, sejak dimulai sahur bareng di hari kedua Ramadan, ternyata jumlah peserta tidak pernah menyusut hingga akhir Ramadan. Bahkan, biasanya, menjelang penutup Ramadan, jumlahnya semakin banyak. Mereka berasal dari sanak keluarga luar kota yang sudah mudik. Mereka pun ingin merasakan guyub berkumpul dengan warga saat sahur. “Memang, rasanya sangat berbeda antara sahur sendirian di rumah dibanding bareng-bareng seperti ini,” pungkas Anas seraya tersenyum.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia