Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB Kediri: Piagamnya, Minimal Level Kabupaten

PPDB Kota, Luar Daerah Tak Bisa Daftar

02 Juni 2019, 15: 52: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB Kediri

PPDB Kediri (ppdb kediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Calon peserta didik baru yang akan mendaftar melalui jalur prestasi pada Senin (17/6) nanti, wajib memiliki piagam atau penghargaan. Baik itu dalam kategori akademik maupun non-akademik. Piagam atau penghargaan tersebut minimal tingkat Kabupaten.

Selain itu, calon peserta didik baru tersebut wajib mendapatkan predikat juara agar bisa mendaftar lewat jalur prestasi. Baik juara satu, dua, atau tiga. “Untuk mereka (peserta didik baru) yang memiliki prestasi dapat mendaftar lewat jalur ini,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sujud Winarko.

Ada beberapa kategori piagam atau penghargaan yang berlaku dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur prestasi tersebut. Antara lain piagam yang diterbitkan oleh Disdik Kabupaten, provinsi atau kemendikbud. Sementara untuk piagam di bidang olahraga juga ada berbagai macam. Seperti popkab, popda, Popnas, porpkab, Porprov, PON, kejurkab, Kejurda, Kejurnas hingga Aksioma.

Selain itu, piagam yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala Disbudpar juga diakui dalam PPDB jalur prestasi. Yakni prestasi dalam bidang kesenian dan kebudayaan. Seperti halnya juara tari dan semacamnya.

Piagam atau penghargaan itu sendiri memiliki nilai atau skor yang berbeda-beda. Tergantung dari tingkatan dan predikat juara yang didapatkan dari calon peserta didik baru tersebut. Nilai paling tinggi untuk kejuaran tingkat internasional. “Yang paling bawah adalah tingkat kabupaten,” imbuhnya.

Skor atau penilaian untuk juara secara perseorangan dengan beregu pun memiliki nilai yang berbeda. Nilai lebih tinggi tentu diberikan kepada calon peserta didik baru yang memiliki penghargaan perseorangan. Nilai antara juara perseorangan dengan beregu terpaut tiga angka.

Untuk PPDB jalur prestasi ini tidak berlaku sistem zonasi. “Peserta didik dapat mendaftar di sekolah tujuan meskipun berbeda zona dengan tempat tinggalnya,” papar Sujud. Namun, kuotanya hanya lima persen dari pagu.

Sujud kembali menegaskan, bahwa PPDB SMP negeri hanya berlangsung satu tahap. Namun, calon siswa bisa memasukkan pendaftaran dalam tiga jalur. Yaitu prestasi, reguler, atau karena pindah tugas.

Proses PPDB untuk ketiga jalur tersebut akan mulai Senin (17/6). Batas waktu pendaftaran untuk jalur prestasi ditutup lebih cepat dari dua jalur lainnya. Yakni Selasa (18/6). Sedangkan reguler dan karena pindah tugas berakhir Kamis (20/6).

Dari Kota Kediri, PPDB tahap pertama jenjang SMP telah selesai. Diakhiri dengan pengumuman jalur prestasi dan inklusi kemarin. Sementara untuk jalur zonasi, pendaftaran bakal dibuka setelah libur Lebaran.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Ibnu Qoyim memaparkan, jalur zonasi akan dimulai pada 13 Juni. Diawali pendataan dari disdik yang akan berlangusng hingga 14 Juni.

Sedangkan pendaftarannya akan dilaksanakan 17-19 Juni. Dilakukan di masing-masing sekolah tujuan. “Nanti akan menggunakan sistem online,” terang Ibnu.

Ibnu menambahkan, PPDB tahun ini sedikit berbeda dengan 2018. Jika tahun lalu ada jalur mandiri, sekarang murni jalur zonasi saja untuk sistem online. Sementara yang lain adalah dari jalur prestasi dan mutasi orang tua yang selesai.

Untuk jalur zonasi ini pendidikan dasar dibagi tiga jenjang, TK, SD, dan SMP. Zonasi TK merupakan wilayah yang satu kecamatan. Sehingga untuk jenjang ini ada 3 zona. Sementara untuk sekolah dasar digunakan zona per kelurahan. “Bagi kelurahan yang tidak memiliki sekolah dasar ada zona eksklusif,” jelasnya.

Kelurahan yang selama ini tidak memiliki SD negeri antara lain Kelurahan Pocanan, Pakelan, Kemasan, dan Setonogedong. Begitu juga untuk lingkungan yang lokasinya terpisah dengan kelurahan induk. Siswa yang berasal dari daerah tersebut bisa masuk di SD kelurahan terdekat. “Seperti Lingkungan Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok bisa ke SDN Campurejo 2,” ungkapnya.

Berbeda dengan TK dan SD, untuk jenjang SMP bisa dibilang tidak ada zona. Sebab seluruh wilayah Kota Kediri dijadikan satu zona. “Jalur ini diperuntukan bagi warga Kota Kediri. Untuk domisili kabupaten tidak bisa masuk, karena dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) asli,” tegasnya.

Selain dengan KK, juga dibuktikan dengan surat keterangan lulus (SKL) dari sekolah asal. Sehingga untuk warga luar Kota Kediri untuk jalur zonasi sudah tidak ada kesempatan lagi. Tidak seperti tahun lalu yang masih ada persentase siswa luar wilayah yang dapat memanfaatkan jalur mandiri.

Disinggung terkait sistem persaingan untuk jenjang SMP, Ibnu menjelaskan, nanti jika dalam satu sekolah pendaftarnya melebihi pagu, maka akan digunakan sistem persaingan nilai terbaik. Mereka akan dirangking dan menyesuaikan nilai yang dimiliki. Tentu juga masih melihat jarak dari rumah ke sekolah siswa.

Pertimbangan peserta harus memikirkan jarak sekolah dengan rumah. Juga terkait aksesbilitas siswa. Sebab hal itu akan memudahkan akses untuk berangkat dan pulang sekolah. Karena jika sampai terlalu jauh dari rumah malah akan menyusahkan diri si siswa maupun orang tua.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia