Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Peminat Perhiasan Emas di Kediri Naik

02 Juni 2019, 15: 33: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

emas kediri

SAMBUT LEBARAN: Pembeli perhiasan di toko emas yang ada di Jalan Sriwijaya, kemarin (30/5). (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Tren masyarakat membeli perhiasan emas jelang Lebaran cukup tinggi. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, hingga H-5 Lebaran jumlah pembeli perhiasan emas mencapai 30 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, yakni sekitar 20 persen.

Seperti halnya yang terjadi di salah satu toko emas di Jalan Sriwijaya, selama mendekati Lebaran, omzet penjualan mengalami peningkatan signifikan.

“Tahun ini memang mengalami kenaikan dibanding tahun lalu,” terang pemilik Toko Emas Bagong Edi Kristanto.

Menurutnya, masyarakat yang melakukan pembelian perhiasan emas sudah mulai terlihat sejak Minggu ketiga Mei. Tradisi pembelian emas memang selalu berlangsung saat mendekati perayaan Idul Fitri. “Hampir setiap tahun, kami selalu mengalami kenaikan saat jelang perayaan Idul Fitri,” tandasnya.

Biasanya, masih kata Edi, masyarakat berbondong-bondong membeli perhiasan emas saat mendekati Lebaran. “Tahun ini memang tidak signifikan, karena memang bulan depan (Juni,Red) bersamaan dengan pendaftaran sekolah,” imbuhnya.

Edi mengatakan, setiap hari mendata sekitar 50 orang pembeli. Itu untuk emas dengan kadar 42 dan kadar 70. “Saat ini, emas kadar 42 per gramnya mencapai  Rp 315 ribu, dan Rp 460 ribu untuk emas dengan kadar 70,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan pemilik Toko Emas Berkah di Pasar Gringging Kabupaten Kediri Yudi Kristanto. Menurutnya, lonjakan penjualan emas di tokonya mengalami kenaikan 25 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibanding hari biasa sebesar 15 persen. “Jumlah pembeli memang mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan. Jelang Ramadan ini per hari saya mendapatkan laba sekitar Rp 1 juta,” ujarnya.

Meski begitu, kenaikan memang tidak menonjol. Dia menduga karena dipicu perekonomian sedang lesu. “Tahun ini antara yang membeli dan menjual hampir sama-sama meningkat,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia