Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Jalan Arteri Mulai Padat

Diprediksi Terjadi Sabtu Malam Mulai Padat

31 Mei 2019, 14: 49: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

arus mudik

DIPENUHI PEMUDIK: Arus kendaraan di barat perempatan Mengkreng mulai padat kemarin siang. Kepadatan lalu lintas kendaraan diprediksi akan terjadi pada Sabtu (1/6) malam hingga Minggu (2/6) nanti. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Enam hari jelang Lebaran, jalan arteri di Kabupaten Nganjuk mulai dipadati pemudik. Kepadatan arus lalu lintas di antaranya terlihat di jalur Surabaya-Solo. Terutama di perempatan Mengkreng yang jadi langganan kemacetan setiap kali puncak arus mudik dan balik Lebaran.

          Terkait kepadatan arus lalu lintas di jalur nasional tersebut, Kasatlantas Polres Nganjuk AKP AM Ridho Ariefianto melalui Kanit Dikyasa Ipda Herry Buntoro mengungkapkan, jalur arteri mulai dipadati pemudik. Jika biasanya jumlah kendaraan yang melintas selama enam jam hanya sekitar 3.000 unit, kemarin sudah mencapai lebih dari dua kali lipat.

          Catatan satlantas sejak pukul 08.00 hingga pukul 14.00 kemarin, total ada 8.310 kendaraan yang melewati jalur Surabaya-Solo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.065 atau hampir separo merupakan kendaraan roda dua. “Paling banyak dari arah timur ke barat,” ujar perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu sembari menyebut ada 3.050 kendaraan yang melaju dari timur ke barat.

          Selain ribuan kendaraan roda dua tersebut, jumlah kendaraan roda empat yang melintas juga sudah mulai banyak. Selama enam jam kemarin, total ada 2.973 kendaraan yang melintas. Jika untuk roda dua didominasi dari arah timur ke barat, untuk kendaraan roda empat jumlahnya seimbang. “Yang melintas dari timur ke barat dan sebaliknya hampir sama,” lanjut Herry.

          Di luar dua jenis kendaraan tersebut, ada 1.139 truk dan 65 unit bus yang juga melintas di sana. Herry menyebut, kepadatan arus lalu lintas di jalur mudik itu diyakini masih akan terus bertambah. Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi empat hari menjelang Lebaran atau pada Sabtu (1/6) malam nanti.

          Sementara, meski kemarin mulai terjadi kepadatan arus, Herry memastikan lalu lintas di jalur nasional masih lancar. “Beroperasinya tol bisa mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di jalan arteri,” terangnya.

          Ditanya tentang titik rawan macet di Kabupaten Nganjuk, Herry menegaskan titiknya tidak berubah. Yaitu, mulai di perlintasan KA Mintil di Kecamatan Wilangan. Kemudian, lokasi rawan macet lainnya ada di perempatan Bagor dan perempatan lampu merah Kertosono hingga Mengkreng.

          Di tiap titik kemacetan itu, menurut Herry satlantas telah mendirikan pos pengamanan. Sehingga, personel gabungan bisa memantau kondisinya setiap saat. “Jika terjadi penumpukan arus kendaraan, tim akan langsung melakukan pengaturan lalu lintas,” tegasnya.

Herry mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan jauh. “Jika lelah bisa langsung beristirahat. Jangan dipaksakan melanjutkan perjalanan,” pinta Herry.

Di Kabupaten Nganjuk, menurut Herry sudah banyak rest area untuk para pemudik. Selain kepolisian sektor (polsek), komando rayon militer (koramil) juga menyediakan tempat untuk beristirahat. Demikian juga dengan instansi pemerintahan. Bahkan, di terminal Anjuk Ladang juga ada rest area untuk pemudik. “Utamakan keselamatan. Jangan berkendara ugal-ugalan,” imbuh Herry sembari menyebut satlantas sudah memasang rambu rawan kecelakaan di beberapa titik.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia