Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

ACT Gelar Aksi Sosial di Palestina dengan Program Belanja Gratis

30 Mei 2019, 13: 47: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

belanja gratis palestina

BERBAGI: Program belanja gratis di Yerusalem, Palestina yang digelar oleh ACT. (ACT News)

Share this          

YERUSALEM – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menebar aksi sosial di Palestina. Kali ini tepatnya di kota suci Yerusalem. Dalam kesempatan ini, ACT menggelar program belanja barang kebutuhan pokok secara cuma-cuma bagi para keluarga penjaga Masjid Al-Aqsa (murabhitun).

Belanja gratis yang diwujudkan lewat program Humanity Card (HC) itu disambut antusias warga. Sejak tengah hari, puluhan orang keluarga murabithun memadati sebuah supermarket di Yerusalem.

Mereka berbondong-bondong membawa kantong plastik berisi barang kebutuhan ke kasir untuk dibayar dengan Humanity Card dari ACT. Dengan kartu kemanusiaan itu, mereka dapat langsung berbelanja kebutuhan pokok secara cuma-cuma di minimarket yang telah berafiliasi dengan ACT.

Tim Global Humanity Response (GHR)-ACT, Andi Noor Faradiba mengatakan, pemberian bantuan kepada murabhitun dimaksudkan untuk membantu perjuangan mereka sebagai benteng pertahanan terakhir Masjid Al-Aqsa yang tinggal di Kota Lama.

“Kondisi hidup mereka kerap terhimpit akibat okupasi Israel. Jadi kita bantu dengan Humanity Card agar mereka bisa bertahan di Kota Lama dan tidak pindah,” ujar Faradiba, Senin (27/5).

Humanity Card merupakan program reguler yang telah lama dilakukan ACT untuk para murabhitun di Yerusalem dan warga Gaza. Implementasi kali ini menyasar ratusan keluarga murabhitun yang ada di sekitar Masjid Al-Aqsa. “Kali ini diperuntukkan bagi 300 kepala keluarga murabithun Masjid AlAqsa di Yerusalem, Tepi Barat,” lanjut Faradiba.

Sebagaimana dikabarkan kantor berita Palestina, WAFA, kondisi Yerusalem kerap memanas, terutama di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa. Apalagi selama Ramadan 2019, Israel meningkatkan agresinya kepada umat muslim Palestina baik melalui serangan bersenjata, membuat penghalang, mengalahkan jamaah, dan secara paksa mengeluarkan jamaah dari masjid.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia