Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

M. Giffari Al Hafidz, Peraih NUN Tertinggi SMP Kota Kediri

Biar Semangat, Nonton Film sebelum Semesteran

30 Mei 2019, 11: 57: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

nun smp

MEMBANGGAKAN: Peraih NUN tertinggi SMP Kota Kediri Giffari, diapit Marsudi (kiri) dan Sugiono, ayahnya, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Untuk menjadi pandai tak harus selalu berkutat dengan buku-buku pelajaran. Peraih NUN tertinggi tingkat SMP di Kota Kediri ini misalnya. Sebelum ulangan semester dia justru memilih refreshing dengan menonton film kesukaan.

IQBAL SYAHRONI

Tidak boleh sombong dan selalu tawadu. Dua hal itu yang selalu ditekankan oleh kedua orang tua Mochammad Giffari Al Hafidz Gymnastiar. Pelajar asal SMPN 1 Kota Kediri inipun selalu berpedoman kepada kata-kata tersebut. Terutama setiap kali menyelesaikan perlombaan atau olimpiade mata pelajaran yang sering dia ikuti.

Selain diajarkan agar selalu rendah hati terhadap hasil apapun yang  dicapai, remaja 15 tahun ini  juga tidak pernah lupa meminta doa restu orang tuanya. “Sebelum lomba, sebelum ulangan harian, hingga sebelum pengumuman,” terang Giffari.

Meski tidak aktif berbicara, siswa yang berdomisili di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini cukup aktif di bidang akademik. Ia sering mengikuti perlombaan atau olimpiade mata pelajaran sejak ia masih mengenyam bangku kelas dua sekolah dasar (SD).

Lulusan terbaik SMPN 1 Kota Kediri itu masih ingat lomba mata pelajaran yang ia ikuti pertama kalinya. Yaitu mata pelajaran bahasa Inggris. Saat itu juga ia mendapatkan juara pertama.

Namun, seiring bertumbuhnya Giffari, ia mulai menunjukkan kualitasnya di mata pelajaran lain. Dengan tidak meminggirkan pelajaran lain, Giffari mulai jatuh cinta pada mata matematika dan ilmu pengetahuan alam. “Cenderungnya, sih, ke pelajaran menghitung,” akunya saat ditemui di SMPN 1 Kota Kediri kemarin.

Meski begitu, mata pelajaran lain juga tidak pernah dia anggap remeh. Baginya, setiap mata pelajaran memiliki pengaruh besar di masa yang akan datang.

Saat ditanya sesering apa ia belajar, Giffari tersenyum. Dia mengaku hanya menghabiskan waktu untuk belajar sekitar 10-30 menit saja. Saat sedang capek belajar ia memilih berhenti dan menutup bukunya. Yang ia lakukan selanjutnya adalah menyetel musik di telepon genggam. Untuk refreshing.

Pernah juga ia ingin menonton film di bioskop. Padahal, besoknya ada ulangan semester. Tapi dia yakinkan diri untuk menghibur hatinya dengan menonton bioskop. Setelah menonton, pulang ke rumah pun menjadi lebih santai.

“Jadi lebih semangat belajar,” imbuh anak pertama dari pasangan Sugiono dan Sri Rahayu itu.

Saat waktu senggang pun ia jarang pergi bermain keluar rumah. Ia lebih memilih di rumah. Membantu ibunya yang bekerja sebagai guru les murid SD. Biasanya ia ikut mengajari murid les sang ibu. “Kebanyakan kelas 1-4 SD,” ujar Giffari.

Baginya, belajar di SMPN 1 Kota Kediri sangat membantunya beradaptasi dengan teknologi yang positif. Untuk belajar maupun untuk menggali informasi pengetahuan lain. “Saya bersyukur di SMPN 1 Kota Kediri sangat memperhatikan murid-muridnya untuk tumbuh,” terang Sugiono, sang ayah.

Sugiono menambahkan, lingkungan yang baik dapat membentuk karakter anak menjadi baik pula. Sehingga ia tidak pernah khawatir anaknya bergaul dengan siapa saja di SMPN 1 Kota Kediri.

Ia juga bersyukur terhadap prestasi yang ditorehkan anak lelakinya itu. Sugiono menjelaskan bahwa selain belajar akademik, dan non-akademik ia juga terus mengingatkan kepada Giffari agar tidak lupa belajar rohani.

Sementara, Kepala SMPN 1 Kota Kediri R. Marsudi Nugroho menjelaskan, dari torehan NUN terbaik yang didapatkan sekolahnya, dia berharap berlanjut ke tahun berikutnya. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir SMPN 1 Kota Kediri terus mencetak siswa-siswi berprestasi yang mendapatkan nilai terbaik.

“Alhamdulillah sangat bersyukur, karena dari hasil yang baik ini tentunya ada sistem dan kerja keras dari semua pihak. Mulai dari guru, staf sekolah, orang tua murid, hingga murid sendiri. Untuk terus bekerja sama menjadikan sekolah lebih baik,” terang Marsudi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia