Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info PPDB SMP Kediri: Masih Prioritaskan Nilai Akademis

Di Kabupaten Kediri Bisa Pilih 3 Sekolah

27 Mei 2019, 15: 49: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

ppdb smp di kediri

JURUS: Seorang peserta PPDB jalur prestasi memeragakan jurus beladiri saat mengikuti ujian praktik di SMPN 1 Kota Kediri kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Jalur Prestasi Kota Kediri telah rampung. Terakhir, calon peserta didik yang mengikuti jalur ini melaksanakan ujian praktik di masing-masing sekolah tujuan. Meskipun mempertimbangkan prestasi di jalur non-akademis, beberapa sekolah masih menempatkan penilaian nilai akademis sebagai patokan utama.

Salah satu yang memprioritaskan hasil akademik itu adalah SMPN 1 Kediri. Dari keterangan Kepala SMPN 1 Marsudi, nilai hasil seleksi akan dirangking. Termasuk nilai akademik siswa. "Nanti kami rangking dahulu. Karena patokan kamia adalah nilai akademik," terangnya.

Karena itulah, persentase peluang lolos tidaknya pendaftar di SMP yang terletak di Jalan Diponegoro tersebut tidak bisa dipastikan. Karena setelah pemeringkatan nilai akademis akan ditambah hasil dari seleksi praktik. Seleksi praktik tersebut telah selesai dilakukan kemarin.

"Tambahan itu nanti pun kami akan lihat nilai akademiknya dulu. Tidak ada patokan tambahan nilai," tegasnya.

Menurut Marsudi, di sekolahnya tidak melihat jenis prestasi non-akademik apa yang ditawarkan siswa. Tetapi tetap pada nilai akademik yang dimiliki siswa tersebut. Dia beralasan, kebijakan itu setelah pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya. Saat itu beberapa siswa yang lolos dari jalur prestasi non-akademik ternyata memiliki masalah di bidang akademisnya.

“Untuk prestasi akademisnya lemah. Jadi setelah masuk di sini (melalui jalur prestasi non-akademis) dia ketinggalan. Tidak bisa mengejar teman-teman yang lain,” urai Marsudi.

Atas dasar itulah pihak sekolah lebih mempertimbangkan lagi faktor akademisnya. Meskipun sang calon siswa itu memiliki prestasi non-akademis, namun pihak SMPN 1 tetap melihat terlebih dulu nilai-nilai pelajaran yang diperoleh. Karena hal itu, menurutnya, demi kebaikan bersama.

Lalu, dari mana nilai akademis itu diambil? Marsudi mengatakan, nilai akademis itu akan diambil dari nilai tes matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan IPS. Sebagai contoh, jika ada anak yang tidak memiliki piagam prestasi, namun ternyata memiliki potensi akademik yang bagus, peluang diterima tetap terbuka. Sebab, siswa tersebut setelah masuk ke SMPN 1 bisa juara olimpiade. Menurutnya contoh seperti itulah yang membuat sekolahnya tidak sepenuhnya berpatok pada prestasi non-akademik saja.

"Kalau bisa anak tersebut aktif di non-akademik, tapi akademiknya juga bagus. Itu yang kami cari. Namun jangan sampai non-akademik mengalahkan akademik," tegasnya.

Di SMPN 1 total pendaftar dari jalur prestasi ini mencapai 397 anak. Mereka harus bersaing ketat karena yang diterima dari jalur ini hanya 31 siswa. Mereka bersaing sejak Sabtu (25/5). Diawali dengan tes akademik dan dilanjutkan kemarin dengan ujian praktik. Mulai dari kesenian dan olahraga. Dari pantauan, ada yang seleksi bidang tari tradisional, karate, drumband, menggambar, juga panahan. Untuk pengumuman resmi akan dilakukan Rabu (29/5).

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri kembali menegaskan tentang tata cara PPDB untuk SMP negeri di Kabupaten Kediri yang hanya berlangsung satu tahap. Dalam PPDB itu siswa dapat memilih tiga jalur yang disediakan. Yaitu reguler, prestasi, atau pindah tugas.

“PPDB di Kabupaten Kediri dilaksanakan dalam satu tahap. Pendaftarannya dibuka pertengahan bulan depan,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sujud Winarko.

Sujud menegaskan PPDB untuk ketiga jalur tersebut mulainya bersamaan. Yaitu Senin (17/6). Hanya, batas waktu pendaftaran jalur prestasi ditutup lebih cepat dibanding dua jalur lainnya.  “Tujuannya kalau ada yang tidak diterima karena kuota habis, masih ada kesempatan masuk melalui jalur reguler atau pindah tugas,” urainya.

Jalur prestasi ini hanya diperuntukkan bagi calon siswa yang memiliki piagam atau penghargaan akademik atau nonakademik minimal tingkat kabupaten peringkat 1 hingga 3. Selain itu, jalur ini juga bisa dimanfaatkan bagi siswa yang memiliki nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) minimal 27,00.

Sedangkan untuk PPDB jalur reguler, peserta didik baru dapat memilih paling banyak tiga sekolah tujuan. Namun ketiga pilihan tersebut harus tetap dalam satu zona di mana peserta didik baru tersebut berdomisili.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia