Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Tiga Titik Jalan Nasional Rawan Macet

Polres Segera Batasi Truk Angkutan Berat

27 Mei 2019, 14: 46: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

lalin padat

LANGGANAN MACET: Arus kendaraan di perempatan Guyangan kemarin siang padat. Titik jalan ini jadi perhatian Polres Nganjuk karena rawan terjadi kemacetan saat arus mudik dan balik lebaran. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Sembilan hari jelang lebaran, arus lalu lintas di jalan nasional mulai mengalami kepadatan. Termasuk di tiga titik ruas jalan rawan macet di Kabupaten Nganjuk. Mulai perempatan lampu merah Guyangan, perlintasan kereta api (KA) Mintil, dan perempatan lampu merah Kertosono. Mengantisipasi kemacetan saat arus mudik dan balik lebaran, Polres Nganjuk mulai merancang rekayasa lalu lintas.

          Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengungkapkan, selain pelaksanaan rekayasa lalu lintas, pihaknya juga akan menerapkan aturan pembatasan lalu lintas kendaraan. Terutama untuk angkutan berat. “Mulai Rabu (29/5) nanti semua kendaraan angkutan berat sudah kami batasi,” terang Dewa.

          Kendaraan angkutan berat yang masih diperbolehkan melintas saat arus mudik lebaran hanya kategori tertentu. Misalnya, truk pengangkut BBM dan sembako. Selebihnya, kendaraan angkutan berat sudah tidak boleh melintas di jalan nasional. Sebab, dikhawatirkan akan memperparah kemacetan saat arus mudik.

          Bagaimana jika ada yang membandel? Perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi. “Sanskinya nanti akan dirumuskan bersama-sama dengan dishub,” lanjut Dewa.

          Seperti diberitakan, sebelumnya polisi memprediksi jumlah kendaraan yang melewati jalan darat pada lebaran tahun ini akan meningkat. Tidak hanya di tol, kepadatan juga diprediksi terjadi di jalan umum.

          Berdasar data yang diterimanya, menurut Dewa kemarin sudah mulai terjadi peningkatan jumlah kendaraan. Meski, jumlahnya belum terlalu signifikan. “Makanya, kami menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan,” tutur perwira asal Bali ini.

          Ditanya tentang teknis rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan, Dewa memberi contoh antisipasi kemacetan di Kertosono. Polisi menurutkan akan menggunakan perempatan Baron sebagai jalur alternatif jika di Kertosono terjadi kemacetan.

          Untuk memastikan arus mudik nanti tetap lancar, saat ini beberapa jalan alternatif untuk pengalihan arus tengah diperbaiki. Dewa berharap perbaikan sudah tuntas sebelum lebaran nanti.

          Lebih jauh Dewa menyebutkan, dirinya sudah menginstruksikan kepolisian sektor (polsek) jajaran untuk melaporkan kondisi jalan di wilayah mereka. Termasuk titik jalan yang rusak.

          Khusus untuk titik jalan rusak yang menjadi jalur alternatif, akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait. “Kami berharap data dari polsek segera direspons dan diperbaiki,” tandas Dewa sembari menyebut jalan rusak bisa memicu terjadinya kecelakaan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia