Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Di Kediri, Pemilik Tempat Pijat ‘Plus-Plus’ Hanya Kena Vonis 6 Bulan

25 Mei 2019, 13: 04: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

pijat plus plus toni

TUTUP MUKA: Toni setelah menjalani sidang di PN Kabupaten Kediri, Kamis (23/5). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Tanpa menyewa penasihat hukum (PH), Toni, 26 akhirnya memilih pasrah menerima hukuman. Pemilik tempat pijat ‘Happy Family Massage’ itu dihukum enam bulan penjara oleh hakim, Kamis (23/5).

Warga Jalan Mayor Bismo, Gang Semampir, Kota Kediri tersebut terjerat hukum karena telah menyediakan jasa plus-plus di tempat pijatnya. Vonis tersebut dibacakan Hakim Ketua Agus Tjahjo Mahendra, sekitar pukul 14.30 WIB di Ruang Sidang Kartika Pengadilan Negri (PN) Kabupaten Kediri.

Dalam putusan, Agus mengatakan bahwa Tono telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai Pasal 269 KUHP. “Terdakwa terbukti bersalah telah sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan menyediakan sebagai pencaharian atau kebiasaan,” terang Agus.

Pijat Plus Plus Kediri

Pijat Plus Plus Kediri

Vonis yang diberikan sama dengan tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lestari. Pada sidang sebelumnya, JPU menjatuhkan tuntutan hukuman kepada Toni selam enam bulan.

Tidak hanya membacakan putusan, dalam persidangan hakim juga membacakan beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Hal yang meringankan, Toni mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan berterus terang selama persidangan.  “Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan,” imbuhnya.

Setelah membecakan putusan tersebut, Agus memberi kesempatan Toni untuk menyatakan menerima, pikir-pikir atau mengajukan banding. Dalam persidangan, hakim hanya bisa pasrah menerima vonis tersebut.

“Saya menerima yang mulia,” ucap Toni. Setelah mendengar jawaban tersebut, hakim tahanan sementara PN, terlihat laki-laki yang bekerja sebagai buruh tani itu memeluk keluargnya yang hadir dalam persidangan.

Berdasarkan fakta didalam persidangan, penangkapan tersebut terjadi pada 18 Januari 2019. Sekitar pukul 19.00 WIB, Petuga Diterskrim Polda Jatim melakukan penggeledahan di Happy Family. Tepat lokasinya berada di Jalan Raya Kediri-Kertosono, Desa/Kecamatan Gampengrejo.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas tidak hanya mengamankan Toni yang merupakan pemilik ‘Happy Family’. Petugas juga mengamankan kurang lebih enam pegawai yang ternyata menerima jasa esek-esek hingga hubungan suami istri.

Tarif pijat di ‘Happy Family’, tergantung lamanya layanan. Satu jam Rp 100 ribu, 1,5h jam Rp 150 ribu, dan dua jam Rp 180 ribu. Untuk jasa layanan plus Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Sedangkan melakukan hubungan suami istri, tergantung dengan kesepakatan tamu dan pemijat. Tarif mulai dari Rp 500 ribu. Uang hasil melayani tersebut lantaran disetorkan ke kasir.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia