Sabtu, 29 Feb 2020
radarkediri
icon-featured
Features

Kebersamaan dalam Keberagaman di Desa Besowo, Kepung (1)

Tak Pernah Konflik, Harmonis selama Ramadan

24 Mei 2019, 15: 31: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

kerukunan desa besowo

GUYUB RUKUN: Susanto (tengah) dan Sudarsono (berkacamata) bersama perangkat desa berada di halaman gereja. Letak gereja itu tak terlalu jauh dengan masjid dan pura. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Identitas desa di lereng utara Gunung Kelud ini tercermin dari kemajemukan agama para warganya. Perbedaan kepercayaan tak menyurutkan warga Besowo tetap hidup harmonis. Saling menghargai, meningkatkan tali silaturahmi.

Suasana sejuk seketika terasa saat memasuki Desa Besowo. Kemegahan Gunung Kelud tampak menjulang dari kejauhan. Satu garis lurus dengan jalan utama desa. Kemegahan itu menambah eksotisme pemandangan di desa yang terletak paling ujung dari Kecamatan Kepung ini.

Terik sinar matahari kemarin siang juga ditepis semilir angin yang berembus dari kawasan hutan. Menjadikan hawa sejuk yang kian memperkuat suasana pedesaan.

Begitu juga kondisi sosial masyarakat desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang tersebut. Hidup harmonis dalam keberagaman yang sudah mengakar. Sejumlah tempat ibadah berbeda agama juga tampak berdampingan. Memperkuat nilai kemajemukan yang ada di Desa Besowo.

Tak ubahnya seperti yang disampaikan Penjabat (Pj) Kepala Desa Besowo Sudarsono. Dia mengatakan bahwa warga di desa yang terdapat berbagai macam penganut agama dan penghayat kepercayaan ini memiliki tingkat toleransi yang tinggi.

“Begitu juga saat bulan Ramadan seperti ini, tidak ada perselisihan. Malahan siapapun yang membutuhkan, acara agama apapun, kita di sini selalu bergotong royong dan saling membantu,” ujar Sudarsono.

Pria yang karib disapa Darsono ini menyebut, semua tokoh keagamaan di desanya sangat kompak. Selama Ramadan ini mereka saling mendukung. Juga memiliki budaya saling berkunjung ke kerabatnya meski berbeda keyakinan. Menurutnya, selama ini di Besowo tidak ada fanatisme yang berlebih pada setiap penganut agama. Sekalipun ada acara keagamaan masing-masing pun semua berjalan dengan baik. Dilakukan dengan gotong-royong.

“Di sini semua mengajarkan kerukunan. Bahkan Ramadan ini juga untuk meningkatkan silaturahmi,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Kepung ini.

Di desa yang terdapat 8 dusun ini memang muslim menjadi mayoritas. Selain Hindu dan Kristen. Di sana juga ada sejumlah warga penganut penghayat kepercayaan Sapta Dharma. Selain itu pengikut ajaran Budha menambah keragaman umat beragama di Besowo. Meski jumlahnya tak sebanyak 3 agama yang disebut pertama.

“Meskipun berbeda agama, mereka juga sering berkumpul bersama. Saat itulah tidak ada yang membahas tentang keagamaan. Namun sebagai ajang diskusi dan silaturahmi,” paparnya.

Kondisi seperti itu lah yang membuat Darsono kagum dengan desa tersebut. Meski ia baru beberapa bulan ini menjadi pimpinan sementara di Besowo, namun Darsono telah merasakan rasa toleransi dan keramahan antarwarga.

Pendeta GKJW Jemaat Besowo Susanto menguatkan pernyataan sang kades itu. Dia juga mengakui selama ini tak pernah ada konflik antaragama di desa yang berpenduduk sekitar 7 ribu jiwa tersebut. “Hubungan antarumat beragama di sini sangat baik. Termasuk antartokoh agama dan warga juga sangat baik,” ujarnya.

Begitu juga ketika Ramadan, Santo mengaku tidak merasa terganggu dengan padatnya kegiatan umat muslim di bulan suci. Malahan jemaat GKJW menghormati umat muslim yang beribadah hingga memasang banner ucapan selamat menunaikan ibadah puasa di depan gereja.

Menurut pendeta 59 tahun tersebut, toleransi seperti ini merupakan hal yang sangat indah. “Menjadi satu itu indah. Tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya. Karena dengan kesatuan ini kita bisa mengantisipasi adanya konflik di daerah ini,” paparnya.

Susanto bersama tokoh agama lain telah memahami perbedaan yang ada. Tetap menjaga kerukunan merupakan prioritas utama di Besowo. Menjalin persaudaraan dengan saling silaturahmi. Membuat desa yang sebagian besar merupakan hutan milik Perhutani itu harmonis, di tengah keragaman yang sangat tinggi.  

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia