Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Cegah Petani Rugi, OPD Beli Langsung Cabai Rawit

24 Mei 2019, 15: 29: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Harga Cabai Kediri

Harga Cabai Kediri

Share this          

KEDIRI  -  Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menanggapi serius penurunan harga cabai belakangan ini. Terakhir, dinas Perdagangan dan Industri (disperdagin) telah membahas pembelian cabai rawit di tingkat kelompok tani dengan skala besar. Setidaknya setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan membeli 50 kilogram (kg) cabai rawit dari petani.

Kepala Disperdagin Kota Kediri Yetty Sisworini mengungkapkan, pembelian cabai rawit oleh OPD ini atas imbauan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu. “Gubernur memberi imbauan kepada bupati dan wali kota untuk menyarankan kepada OPD agar memborong cabai. Paling tidak 50 kg setiap dinas,” kata Yetty kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Ia menegaskan bahwa saat ini telah bekerjasama dengan UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Provinsi Jatim Wilayah Kediri untuk merencanakan hal itu. Yetty menyebut, dari arahan gubernur, OPD membeli dengan cara langsung datang kepada petani. Namun karena di Kota Kediri tidak ada petani cabai, sehingga saat ini sedang mencari petani untuk hal tersebut.

“Kami masih mencari petani mana yang akan dikunjungi untuk hal itu (membeli cabai),” jelasnya.

Yetty menambahkan, menurunnya harga cabai rawit ini memang karena melimpahnya stok di pasaran. Petani sedang panen raya untuk komoditas ini. Ia berharap, saat mendekati Lebaran nanti harga cabai dari tingkat petani bisa stabil atau naik lagi. Namun, menurutnya kenaikan itu tidak melonjak tajam. Tetapi bisa menstabilkan harga di pasaran. “Biasanya H-5 terjadi kenaikan harga. Tetapi karena stok melimpah, insya Allah kenaikan tidak terlalu signifikan,” tandasnya.

Kepala UPT Perlindungan Konsumen Maryadi menjelaskan, sejauh ini telah berkomunikasi dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayah Kabupaten Kediri. “Jika sewaktu-waktu kami akan memborong, gapoktan siap untuk memberitahu kelompok tani mana yang siap untuk dibeli,” ujarnya.

Menurutnya komoditas cabai memang simalakama. Apabila tidak ada stok harganya melonjak tajam. Namun jika tersedia banyak (over stock) sayuran ini tidak bisa bertahan lama. “Sebenarnya ada alternatif lain mengantisipasi busuk buah di penyimpanan. Yakni dengan pengeringan. Namun selama ini karena faktor ekonomis, jadi jarang yang melakukan hal ini,” paparnya.

Penurunan harga cabai rawit sejak awal Ramadan ini memang membuat petani pusing. Hal ini seperti yang dialami Warino. Petani asal Desa Kampungbaru, Kepung tersebut mengaku kewalahan menghadapi harga cabai rawit yang sangat fluktuatif ini. Apalagi di lahannya, untuk musim seperti sekarang, hanya bisa ditanami komoditas ini.

Sebelum terjadi penurunan, Warino mengaku bisa melakukan panen selama 6 hari sekali. Namun karena harga yang menurun tajam, ia pun harus menunda panennya. “Sekarang 15 hari baru panen. Sambil menunggu kalau sewaktu-waktu harganya agak naik lagi,” katanya saat ditemui di sela kegiatan panennya kemarin.

Pada panen sebelum Ramadan, petani cabai bisa menjual komoditas unggulan lereng Gunung Kelud tersebut dengan harga di atas Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Namun sejak 18 Mei harganya pun menurun. Dari harga petani saja hanya Rp 3.500. “Kalau harganya segitu, untuk biaya produksi sudah habis dan tidak bisa memberi upah pekerja panen,” keluhnya.

Untuk itu, kemarin ia terlihat melakukan panen cabai bersama sang istri. Tanpa mempekerjakan orang. Menurutnya, batas harga untuk tidak rugi adalah di atas Rp 10 ribu. Jika di bawah itu maka modal untuk perawatan cabai rawit tidak akan bisa dikembalikan. “Tidak dapat laba malah rugi. Bahkan beberapa waktu yang lalu saat penurunan harga cabai besar ada yang dibuang-buang,” tegasnya.

Ia pun berharap kepada pemerintah untuk bisa mengatasi semua ini. Meski sedang panen raya, setidaknya pemerintah bisa membantu untuk stabilisasi harga cabai rawit ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia