Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Harga Cabai Kian ‘Tak Pedas’

24 Mei 2019, 15: 25: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

petani cabai

SEADANYA: Petani memetik cabainya di Kepung. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Harga cabai saat ini ibarat buah simalakama. Menggembirakan bagi konsumen tapi benar-benar memusingkan bagi petani. Bagaimana tidak, harganya semakin hari semakin melorot. Berbeda dengan rasanya yang pedas, bagi petani, harga cabai sudah tak pedas lagi.

Penurunan harga yang tajam terjadi di cabai rawit jenis prentul. Di Pasar Induk Pare, kemarin komoditas pertanian ini harganya hanya Rp 4-5 ribu per kilogram. Sedangkan untuk jenis kencana masih sedikit lebih baik. Harganya berkisar di level Rp 8 ribu per kilogram.

Kondisi seperti itu terpantau saat tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri melakukan pengamatan langsung ke Pasar Induk Pare kemarin. “Kami melihat dan memantau fluktuasi harga per hari ini (kemarin, Red). Beberapa komoditas memang ada penurunan, seperti halnya cabai,” papar Ketua Tim Satgas Pangan Tutik Purwaningsih saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di Pasar Induk Pare, kemarin (22/5) siang.

cabai pasar induk pare

TAMPUNG: Dua pekerja di Pasar Induk Pare mengemas cabai rawit dalam bungkus plastik saat tim satgas pangan melakukan pemantauan lapangan kemarin (22/5). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Harga cabai memang terus mengalami penurunan harga. Awal puasa komoditas tersebut sempat melambung. Mencapai harga antara Rp 20 – 30 ribu per kg. Namun selepas itu sedikit demi sedikit pun harganya terus menurun.

Melemahnya haraga komoditas cabai tersebut diperkirakan karena panen raya yang melimpah di berbagai daerah. Baik dari dalam maupun luar Kediri. Seperti banyak diketahui, pasar induk Pare banyak menjadi tujuan banyak daerah penghasil cabai untuk menjajakan komoditasnya.

Di luar Kediri, daerah penghasil cabai yang juga sedang mengalami panen raya adalah Blitar dan Malang. Kali ini di kedua daerah tersebut iklim maupun cuaca untuk komoditas cabai sedang dalam kondisi yang mendukung. Hasil panen komoditas tersebut pun melimpah ruah.

Sementara itu, komoditas jenis peternakan tercatat masih berada di harga yang stabil dibandingkan dengan pengawasan sebelumnya. “Harga daging sapi dan telur ayam masih relatif stabil,” papar perempuan yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri tersebut.

Berdasarkan keterangan perempuan berkacamata tersebut, harga daging sapi masih berada di kisaran harga Rp 98 – 100 ribu per kilogram. Sementara untuk harga telur ayam terpantau ada di harga sekitar Rp 20 ribu per kilogram.

Terkait stok bahan pangan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, pihaknya menegaskan bahwa stok masih aman. “Stok masih mencukupi hingga hari raya nanti. Kami juga akan terus mengupayakan agar harga tidak naik secara signifikan,” terangnya.

Senada dengan Tutik, Asisten Administrasi Umum Pemkab Kediri Mamiek Amiyati pun mengamini. Dia mengatakan  bahwa ketersediaan stok tidak perlu dikhawatirkan. “Ketersedian stok, harga, dan pendistribusian dalam kondisi yang aman,” tambah Mamiek.

Berdasarkan keterangannya, harga dan ketersediaan stok tersebut tidak hanya untuk yang berada di wilayah Pare dan sekitarnya saja. Di luar itu, semua daerah di Kabupaten Kediri pun relatif sama. Hal itu diketahui berdasarkan pantauan dan pengawasan langsung di berbagai daerah.

“Tim juga sudah melihat ke beberapa titik lain. Kalau dilihat dari hasil pengawasan, harganya pun relatif sama dan stabil,” ujar Mamiek.

Untuk diketahui, Tim Satgas Pangan tidak hanya menyasar Pasar Induk Pare dalam pengawasan tersebut. Tim Satgas Pangan juga melakukan pengawasan di Pasar Pamenang Pare. Turut pula dalam pengawasan tersebut adalah Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal bersama jajarannya. Pihak kepolisian memang dilibatkan ke dalam Tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia