Selasa, 25 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dukung Pasukan di Jakarta, Ratusan Polisi Berzikir

Polres Nganjuk Belum Dimintai Bantuan

24 Mei 2019, 11: 37: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

zikir kebhinekaan

KHUSYUK: Ratusan personel polisi, TNI, satpol PP dan dishub berzikir di halaman Mapolres Nganjuk. Mereka berdoa memohon agar pasukan yang bertugas di Jakarta diberi kekuatan. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK - Apel bersama pengamanan wilayah pascarekapitulasi suara nasional di Nganjuk Rabu (22/5) malam lalu, digelar berbeda. Jika biasanya apel diisi inspeksi pasukan dalam upacara, polisi mengajak anggota TNI, satpol PP dan staf dinas perhubungan (dishub) untuk zikir bersama. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan untuk aparat TNI dan polisi yang beberapa hari terakhir bertugas mengamankan ibu kota.

          Doa bersama yang menghadirkan 10 kiai dari beberapa pondok pesantren (ponpes) di Nganjuk itu dimulai sekitar pukul 20.30. Dipandu Kiai Moh. Syamsuddin Al Aly, pengasuh Ponpes Al Fattah, Pule, Tanjunganom, ratusan personel yang duduk lesehan di halaman Mapolres Nganjuk itu memanjatkan doa dengan khusyuk. Memohon agar aparat TNI dan polisi yang bertugas di Jakarta diberi kekuatan.

          Pantauan koran ini, ratusan personel polisi termasuk para perwira, duduk berbaur dengan anggota satpol PP dan staf dinas perhubungan. Di sepanjang acara zikir, mereka tak sekalipun beranjak. Beberapa kali para peserta zikir itu memejamkan mata. Terutama saat mendoakan teman-teman mereka yang selama tiga hari terakhir fokus menjaga keamanan Jakarta.

          Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, pihaknya sengaja mengganti apel pengamanan KPU pascarekapitulasi suara nasional dengan zikir. “Zikir kebinekaan ini dilakukan sebelum kami melakukan patroli menjaga ketertiban di Nganjuk. Zikir ini juga untuk memberi support TNI/Polri yang sedang bertugas mengamankan ibu kota,” ujar Dewa.

Lebih jauh perwira asal Bali ini mengungkapkan, mereka sengaja mengirim doa untuk aparat yang sedang bertugas. Harapannya, para personel polisi dan TNI itu diberi kekuatan dan keselamatan selama menjalankan tugasnya.

Acara yang digelar Rabu malam lalu, lanjut Dewa, sekaligus untuk menunjukkan jika aparat yang sedang bertugas di sana tidak sendirian. “Semua wilayah ikut mendukung tugas TNI/Polri dalam menjaga keamanan dari gangguan orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini.

Dewa bersyukur, hingga kemarin suasana di Kabupaten Nganjuk kondusif. Sesuai hasil razia yang digelar beberapa hari terakhir, tidak ada warga Kota Angin yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demo. “Informasi dari Madiun ada warga Nganjuk yang ikut ke Jakarta, tetapi kami belum dapat kepastian apakah dia tinggal di Nganjuk atau hanya punya KTP Nganjuk,” tuturnya.

Apakah Polres Nganjuk tidak dimintai bantuan pasukan untuk pengamanan Jakarta? Ditanya demikian, Dewa menyebut hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan perintah. Pria yang sebelumnya berdinas Bareskrim Mabes Polri ini menyebut anggotanya siap berangkat ke Jakarta jika dibutuhkan.

Selama belum ada perintah, menurutnya Polres Nganjuk fokus menjaga keamanan wilayah. Dia mengimbau masyarakat tidak ikut terpancing emosi dengan suasana Jakarta yang bergejolak. “Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Ada isi TNI/Polri mengusir warga di masjid. Itu hoax,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia