Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Main Korek di Jerami, Kandang Sapi Terbakar

PMK Butuh Waktu Dua Jam untuk Memadamkan Api

23 Mei 2019, 11: 46: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Sapi

TAK BISA DITEMPATI: Warga masih menyiram tumpukan jerami untuk memastikan bara di dalam benar-benar padam usai kebakaran yang menghanguskan kandang Sarmini di Desa Banjaranyar, Tanjunganom, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Ini peringatan bagi orang tua agar mengawasi anak-anaknya dengan ketat. Akibat kelalaian menjaga mereka, kandang sapi milik Sarmini, 50, asal Desa Banjaranyar, Tanjunganom dilalap si jago merah. Ini setelah api dari korek yang dijadikan mainan anak-anak menyulut tumpukan jerami di dekat kandang.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 kemarin. Sebelumnya, ada anak-anak yang bermain korek api di dekat kandang.

Api dari korek itu langsung menyulut tumpukan jerami yang ada di dekat kandang. Hanya dalam hitungan detik api langsung membesar dan menjalar ke kandang. Anak-anak yang tidak bisa memadamkan api langsung ketakutan dan lari.

Kejadian tersebut awalnya diketahui oleh Jumali, 60, tetangga Sarmini. Pria tua yang tengah berada di belakang rumahnya itu langsung menuju kandang Sarmini dan berusaha memadamkan api. “Apinya sulit dipadamkan karena sudah membesar,” ujar Jumali.

Dengan ember dan selang, Jumali dan beberapa tetangga langsung mengambil air dan menyiramkannya ke arah api. Meski demikian, upaya mereka tak membuahkan hasil. Api terus membesar dan melahap kandang.

Tak ingin api menjalar ke rumah warga yang dekat dengan kandang, Jumali melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Warujayeng dan ke Petugas Memadamkan Kebakaran (PMK) Tanjunganom.

          Sekitar pukul 11.15, satu unit mobil PMK tiba di lokasi. Fokus tim PMK adalah memadamkan api yang membakar bangunan. “Bisa kami padamkan lebih dulu,” ujar Korlap PMK Tanjunganom Andik Mardianto.

          Setelah api yang melahap bangunan berhasil dipadamkan, PMK langsung memadamkan api di tumpukan jerami. Berbeda dengan pemadaman api di bangunan kandang. Pemadaman api di jerami ini jauh lebih sulit.

          Sebab, api berada di dalam. Akibatnya, satu unit mobil PMK harus tiga kali mengambil air hingga api bisa benar-benar padam. “Api bisa padam setelah jerami dibongkar dan disiram air secara terus menerus,” tutur Andik.

          Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya satu ekor sapi milik Sarmini yang menderita luka bakar karena terlambat dievakuasi saat kebakaran terjadi. Api bisa benar-benar padam sekitar pukul 13.15.

Atas kejadian tersebut, Andik mengimbau kepada warga agar tidak menyalakan api di dekat bahan yang mudah terbakar. Apalagi, saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. “Kalau mau membakar api di dekat kandang ya harus ditunggu. Jangan ditinggal begitu saja,” pesannya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia