Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Berencana Sidak Pembuang Sampah Sembarangan

DKP Ganti Spanduk Larangan

23 Mei 2019, 11: 12: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Sampah

NEKAT: Warga masih tetap membuang sampah di lokasi TPS lama Pasar Wage II. Dinas LH berencana melakukan OTT dan memproses sesuai perda agar menimbulkan efek jera. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Pemkab Nganjuk bakal bersikap tegas terhadap para pembuang sampah di bekas tempat pembuangan sampah (TPS) Pasar Wage II. Pasalnya, meski sudah ditutup sejak awal April lalu, warga masih membuang sampah di lokasi tersebut.

          Pantauan koran ini, sampah masih berserakan di bekas TPS yang berlokasi di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk itu. Padahal, lokasi tersebut sudah ditutup sejak 1 April lalu. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk sudah memasang larangan melalui spanduk.

          Kasi Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Nganjuk Sumadi mengakui, pemasangan spanduk larangan belum membuat warga sadar agar tidak membuang sampah di sana. Sebab, nyatanya sampah masih menumpuk. “Tetap dibuang di tempat lama,” keluhnya.

          Padahal, sebenanya DLH sudah menyediakan penggantinya di TPS Pasar Wage III. Sehingga, warga bisa membuang sampah di TPS yang berlokasi di belakang pasar tersebut.

          Agar warga tidak membuang sampah lagi di tempat lama, Sumadi mengatakan, pihaknya akan bersikap tegas. Saat ini, DLH sudah mengganti spanduk larangan dengan banner berupa sanksi yang bakal bagi pelanggar peraturan daerah (perda) Kabupaten Nganjuk. “Kami ganti dengan tulisan pelanggaran perda,” urainya.

          Dalam Perda No.01/2015 tentang Pengelolaan Sampah, setiap orang atau badan yang membuang sampah di jalan-jalan umum diancam pidana kurungan 3 bulan atau denda Rp 50 juta. Sumadi mengatakan, DLH berencana melakukan inpeksi mendadak (sidak) di lokasi tersebut dan melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Saat ini, rencana sidak masih akan dikoordinasikan dengan satpol PP dan Polres Nganjuk. “Kami ingin memberikan syok terapi,” tegasnya sembari menyebut berdasar pantauan petugas di lapangan, warga mulai membuang sampah sekitar pukul 22.00. 

Sebenarnya, menurut Sumadi, para petugas sudah menegur para pembuang sampah tersebut. “Kami pergoki sendiri dan sudah diberi peringatan,” tuturnya sembari menyebut peringatan itu ternyata kurang efektif.

          Faktanya, masyarakat tetap saja membuang sampah di lokasi lama. Sehingga, petugas DKP harus membersihkan dengan mengangkut sampah di sana dua hari sekali. “Sebenarnya sudah tidak boleh. Tapi karena banyak sampah, kami harus angkut ke TPS baru,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia